Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Kompak"

Katekese Harus Membawa Aspek Transformatif

[DEPOK] Pengajaran iman dan pendidikan agama Katolik atau katekese tidak melulu berkutat pada aspek edukatif, namun harus membawa aspek transformatif. Katekese harus memberi nilai yang bisa membuat seseorang berubah menjadi lebih baik. “Yang selama ini terjadi para katekis hanya memberi pengajaran, lalu murid belajar, menghafal, dan lulus. Padahal sejatinya, katekese

Bersama KOMPAK, UBK Menjejakkan Kaki di “Bukit Golgota”

Itu tubuh  mengucur darahMengucur darahRubuh dan patahItu peluh bercampur darahBercampur darahRebah di tanahCawan itu diminumnyaSelesai sudah Satir dan heroik, itulah dua kata yang bisa melukiskan penderitaan Yesus di kayu salib. Jatuh bangun berulang kali karena beratnya memikul salib. Dicambuk, didera, dianiaya tanpa tahu dosa apa yang diperbuatnya. Namun tanpa mengeluh Dia rela

e-Katolik Berupaya Ramah untuk Disabilitas

[JAKARTA] Pendiri eKatolik Bernardus Agus Cahyono berupaya agar aplikasi eKatolik yang merupakan sumber referensi rohani bagi umat katolik juga dapat diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Hal tersebut disampaikan Bernardus dalam acara semiloka bertema “Katekese Audio Digital bagi Tunanetra” yang berlangsung di Aula Santo Antonius, Gereja Hati Kudus, Kramat, Jakarta,

Natal Bersama KOMPAK Disabilitas

[JAKARTA] Sudah menjadi agenda tahunan, KOMPAK Disabilitas rutin menggelar Perayaan Natal bersama. Pada 2018 ini, perayaan Natal diadakan di Aula Antonius lantai 3 Paroki Hati Kudus Kramat, Keuskupan Agung Jakarta. Sekitar seratus undangan terdiri dari umat berkebutuhan khusus (UBK) dan keluarga, pembakti, dan volunter dari KOMPAK Jakarta dan Bogor menghadiri

PHDI 2018: KOMPAK Disabilitas Menyiapkan Jalan Tuhan

[KATEDRAL] Sore itu, di Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, keterbatasan tidak lagi menjadi pembatas namun pemersatu yang saling menguatkan. Itulah yang terlihat dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional (PHDI) Keuskupan Bogor, Minggu (9/12) siang. Peringatan tahun kedua yang digelar oleh Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Disabilitas ini dihadiri sekitar

Peringati Hari Disabilitas, ABK Unjuk Kebolehan Melukis

[BARANANGSIANG] Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada Senin, 3 Desember, puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari komunitas “Anak Mandiri” Bogor memamerkan hasil karya kerajinan tangan dan bakatnya. Salah satunya adalah menunjukan kebolehannya dalam melukis. “Tujuan kami menggelar pameran hasil karya ABK agar masyarakat menghargai keberadaan ABK, dan tidak memandang

Paroki Santo Herkulanus Membuka Diri untuk UBK

[DEPOK] Angin segar kembali berembus di Keuskupan Bogor. Paroki Santo Herkulanus Depok membuka diri bagi pelayanan untuk umat berkebutuhan khusus (UBK). Hal tersebut dinyatakan Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok RD Tri Harjono saat berdialog dengan pengurus KOMPAK Disabilitas Keuskupan Bogor di Ruang Rapat Gereja Santo Herkulanus Depok, Sabtu (24/11) malam. “Kami

KOMPAK Berharap e-Katolik Ramah Disabilitas

[SURABAYA] Umat berkebutuhan khusus (UBK) atau penyandang disabilitas layaknya umat non-disabilitas juga memiliki kebutuhan untuk mengakses literasi  yang berkaitan dengan iman. Tak dipungkiri, kemajuan teknologi mendorong  produk digital menjadi konsumsi bagi banyak orang, termasuk UBK. Menanggapi kebutuhan akan literasi UBK, Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Disabilitas berharap e-Katolik

Paroki Sukabumi Akan Data UBK

KOMPAK Juga Berkunjung ke Paroki Kota Wisata [SUKABUMI] Paroki Santo Yoseph Sukabumi akan mendata jumlah umat berkebutuhan khusus (UBK) yang tersebar di paroki Sukabumi. Hal tersebut diungkapkan Pastor Paroki Santo Yoseph Sukabumi RD Dwi Karyanto saat menerima kunjungan pengurus Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK-Disabilitas), Sabtu (6/10) siang. “Saya akan

KOMPAK Berkunjung ke Istana Bogor

[KATEDRAL] Puluhan umat berkebutuhan khusus (UBK) dan pembakti yang tergabung dalam Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) berkunjung ke Istana Bogor, Senin (10/9). UBK yang terdiri dari tunagranita, tunarungu, dan tunadaksa, beserta pembakti tersebut tampak antusias bertandang ke Istana yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda itu. Sebelum berkunjung ke Istana,

Top