Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Kompak"

Normal Baru di Gereja, Emang Siap?

Lebih dari dua bulan sudah kita ‘dipaksa’ #dirumahaja untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang ditetapkan sebagai Pandemi oleh World Health Organization (WHO), sebuah organisasi kesehatan internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hampir seluruh masyarakat dunia harus membatasi ruang geraknya. Bekerja, belajar, bahkan beribadah pun dilakukan di rumah. Perjumpaan menjadi mahal,

UBK dari Berbagai Daerah Rayakan PHDI di Katedral Bogor

[KATEDRAL] KOMPAK Disabilitas Keuskupan Bogor kembali menggelar peringatan hari disabilitas internasional (PHDI), Minggu (8/12) siang. Bertempat di Gereja Katedral Bogor, sekitar 170 orang disabilitas yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunagrahita merayakan ekaristi bersama 155 pendamping dan 70 orang panitia serta volunteer. Perayaan yang diawali dengan perarakan patung Bunda Maria untuk memperingati Hari Raya Santa

Katekese Harus Membawa Aspek Transformatif

[DEPOK] Pengajaran iman dan pendidikan agama Katolik atau katekese tidak melulu berkutat pada aspek edukatif, namun harus membawa aspek transformatif. Katekese harus memberi nilai yang bisa membuat seseorang berubah menjadi lebih baik. “Yang selama ini terjadi para katekis hanya memberi pengajaran, lalu murid belajar, menghafal, dan lulus. Padahal sejatinya, katekese

Bersama KOMPAK, UBK Menjejakkan Kaki di “Bukit Golgota”

Itu tubuh  mengucur darahMengucur darahRubuh dan patahItu peluh bercampur darahBercampur darahRebah di tanahCawan itu diminumnyaSelesai sudah Satir dan heroik, itulah dua kata yang bisa melukiskan penderitaan Yesus di kayu salib. Jatuh bangun berulang kali karena beratnya memikul salib. Dicambuk, didera, dianiaya tanpa tahu dosa apa yang diperbuatnya. Namun tanpa mengeluh Dia rela

e-Katolik Berupaya Ramah untuk Disabilitas

[JAKARTA] Pendiri eKatolik Bernardus Agus Cahyono berupaya agar aplikasi eKatolik yang merupakan sumber referensi rohani bagi umat katolik juga dapat diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Hal tersebut disampaikan Bernardus dalam acara semiloka bertema “Katekese Audio Digital bagi Tunanetra” yang berlangsung di Aula Santo Antonius, Gereja Hati Kudus, Kramat, Jakarta,

Natal Bersama KOMPAK Disabilitas

[JAKARTA] Sudah menjadi agenda tahunan, KOMPAK Disabilitas rutin menggelar Perayaan Natal bersama. Pada 2018 ini, perayaan Natal diadakan di Aula Antonius lantai 3 Paroki Hati Kudus Kramat, Keuskupan Agung Jakarta. Sekitar seratus undangan terdiri dari umat berkebutuhan khusus (UBK) dan keluarga, pembakti, dan volunter dari KOMPAK Jakarta dan Bogor menghadiri

PHDI 2018: KOMPAK Disabilitas Menyiapkan Jalan Tuhan

[KATEDRAL] Sore itu, di Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, keterbatasan tidak lagi menjadi pembatas namun pemersatu yang saling menguatkan. Itulah yang terlihat dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional (PHDI) Keuskupan Bogor, Minggu (9/12) siang. Peringatan tahun kedua yang digelar oleh Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Disabilitas ini dihadiri sekitar

Peringati Hari Disabilitas, ABK Unjuk Kebolehan Melukis

[BARANANGSIANG] Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada Senin, 3 Desember, puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari komunitas “Anak Mandiri” Bogor memamerkan hasil karya kerajinan tangan dan bakatnya. Salah satunya adalah menunjukan kebolehannya dalam melukis. “Tujuan kami menggelar pameran hasil karya ABK agar masyarakat menghargai keberadaan ABK, dan tidak memandang

Paroki Santo Herkulanus Membuka Diri untuk UBK

[DEPOK] Angin segar kembali berembus di Keuskupan Bogor. Paroki Santo Herkulanus Depok membuka diri bagi pelayanan untuk umat berkebutuhan khusus (UBK). Hal tersebut dinyatakan Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok RD Tri Harjono saat berdialog dengan pengurus KOMPAK Disabilitas Keuskupan Bogor di Ruang Rapat Gereja Santo Herkulanus Depok, Sabtu (24/11) malam. “Kami

KOMPAK Berharap e-Katolik Ramah Disabilitas

[SURABAYA] Umat berkebutuhan khusus (UBK) atau penyandang disabilitas layaknya umat non-disabilitas juga memiliki kebutuhan untuk mengakses literasi  yang berkaitan dengan iman. Tak dipungkiri, kemajuan teknologi mendorong  produk digital menjadi konsumsi bagi banyak orang, termasuk UBK. Menanggapi kebutuhan akan literasi UBK, Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Disabilitas berharap e-Katolik

Top