Anda di sini
Beranda > Sajian Utama

Pemilu 2019, Perbedaan Menggerogoti Persatuan?

Pemilu telah usai. Calon presiden, wakil presiden, legislatif mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat tingkat kota, provinsi, sampai nasional dan Dewan Perwakilan Daerah telah selesai bertanding. Lebih dari 6 bulan waktu kampanye untuk para calon pejabat ini. Mereka telah memberikan seluruh pikiran, tenaga, dan logistiknya untuk menarik simpati rakyat. Semua sudah

Monsinyur Paskalis: Jangan Hanya Ajak Imam Pergi Makan

[KATEDRAL] “Para imam memiliki tugas mengajar, memimpin, dan menguduskan. Biarkanlah mereka juga menjalankan tugas tersebut kepada umat, jangan hanya ajak imam pergi makan,” kata Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur saat Misa Minyak di Paroki BMV Katedral Bogor, Selasa (6/4) pagi. Memasuki pekan suci, menjelang tri hari suci, sudah menjadi rutinitas Keuskupan Bogor menggelar misa minyak sekaligus

Refleksi Minggu Palma: Memilih Pemimpin Berkualitas Bentuk Cinta akan Allah dan Kemanusiaan

Merayakan Minggu Palma merupakan pintu masuk bagi semua umat katolik untuk merenungkan secara mendalam dan khusus arti hidup memilih Kristus sebagai pemimpin dalam hidupnya. 2019 ini perayaan tersebut hampir bersamaan dengan hajatan 5 tahunan yang mesti dilakukan oleh semua umat Katolik sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk memilih

Monsinyur Paskalis Imbau Umat Gunakan Hak Pilih

Menyambut pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019 Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM meminta seluruh umat Katolik di Keuskupan Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu, 17 April mendatang. Ada dua pesan pokok yang menurut Uskup Paskalis penting untuk disampaikan kepada umat.Pertama, umat diimbau untuk tidak bepergian ke kota lain saat Pemilu

Pemilu 2019: Manifestasi Kedaulatan Rakyat

Pemilu merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan sistem demokrasi di suatu Negara. Pemilu yang dapat terlaksana dengan baik, berarti demokrasi dalam Negara tersebut pun baik. Pemilu merupakan kehendak mutlak bangsa Indonesia yang menetapkan dirinya sebagai Negara demokrasi. Dalam konstitusi Negara Indonesia sendiri menyebutkan pemilu merupakan manivestasi kedaulatan rakyat. Pemilu yang

Bolehkah Menghapus Abu?

Rabu Abu merupakan salah satu peristiwa penting dalam kalender liturgi Katolik. Rabu Abu adalah pembuka masa pra-Paskah atau retret agung. Abu di dahi adalah tanda ketidakabadian kita umat manusia. Lalu, apakah kita harus menjaga abu selama satu hari penuh, atau kita boleh membersihkan abu selepas perayaan ekaristi? Walaupun jatuh pada hari biasa (bukan hari libur), sebagian besar umat Katolik

Surat Gembala: Kita Katolik Kita Indonesia, Membangun Hidup Kristiani yang Berkualitas

Saudara-saudariku, umat Keuskupan Bogor terkasih, semoga damai Tuhan berlimpah dalam hatimu. Kita memasuki Masa Prapaskah dengan tanda abu dikenakan pada dahi atau kepala kita, sambil imam atau petugas berkata: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah, engkau ini abu dan akan kembali menjadi abu”. Seruan ini memenuhi perayaan-perayaan selama masa tobat

Sinode II Keuskupan Bogor, Perjumpaan Menuju Jalan Bersama

[PARUNG] Keuskupan Bogor memasuki babak baru, perjumpaan menuju jalan bersama telah dimulai. Sinode II tingkat keuskupan telah dibuka dan tengah berjalan. Ratusan umat dan puluhan imam, biarawan-biarawati, serta kaum religius dari berbagai paroki di Keuskupan Bogor berkumpul bersama untuk menyaksikan peristiwa bersejarah yakni pembukaan Sinode II Keuskupan Bogor, Jumat (22/2).

Kunjungan Kasih di Batas Kota

Pagi itu kira-kira pukul 09.00 WIB, sekitar 30 orang anggota dari Kor OMK Paroki BMV Katedral Bogor atau yang akrab dipanggil BMV Youth Choir berkumpul di Parkiran Bus Damri Botani Square. Bukan untuk melakukan rutinitas latihan atau semacamnya. Hari itu mereka berkumpul untuk melakukan kunjungan kasih di batas Kota Bogor, Minggu (10/2). Walaupun saat

Imlek, Kebangsaan, dan Turbulensi Politik

Perayaan Imlek Nasional 2019 digelar pada Kamis (7/2) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat dengan tema “Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan”. Tema tersebut merupakan wujud dari tindakan dan komitmen Warga Negara Indonesia Tionghoa untuk tetap bersatu dalam kebinekaan Indonesia. Sudhamek selaku Ketua Panitia Imlek Nasional 2019 mengatakan Tahun Baru Imlek 2570 atau 2019 Masehi ini diharapkan menjadi lantunan

Top