Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Pandemi"

Virtual Choir Festival Gantikan Pesparani II

LP3KN Virtual Choir Festival adalah pelipur lara untuk umat Katolik Indonesia, karena Kementerian Agama telah memutuskan menunda Pesparani II Kupang sampai tahun depan. Demikian dikatakan Ketua  Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers LP3KN Virtual Choir Festival melalui aplikasi zoom meeting, Senin

Geliat Orang Muda di Tengah Pandemi

Pandemi dan orang muda adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Bila pandemi identik dengan kematian, di rumah saja, dan ketakutan, maka orang muda adalah hal yang sebaliknya kehidupan baru, dinamis, dan penuh semangat. Berikut adalah beberapa testimoni dari OMK di Paroki Katedral berkaitan dengan geliat orang muda di tengah

Mengisi Kegiatan BKSN di Tengah Pandemi Covid-19

Gereja Katolik Indonesia telah menetapkan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional atau yang biasa dikenal dengan singkatan BKSN. Hal ini telah ditetapkan di setiap keuskupan dan biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan untuk mengisi BKSN ini. Setiap minggu pertama pada September selalu diadakan Perayaan Ekaristi yang berlangsung secara meriah dengan perarakan dan Kitab Suci yang ditempatkan

‘New Normal’ Keuskupan Bogor Diundur, Harus Menunggu Berapa Lama Lagi?

Kebijakan pelayanan Perayaan Ekaristi di Keuskupan Bogor dalam masa normal baru kembali ditinjau. Melalui surat bernomor 040/SKB/VI/2020 dengan mempertimbangkan surat Gubernur Jawa barat (No. 460/2688/Hukham) yang memperpanjang pemberlakuan PSBB secara porposional untuk wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi sampai Selasa (2/7) mendatang, maka Bapa Uskup Paskalis Bruno Syukur memutuskan untuk mengundur

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Corona

Karantina dan physical distancing sudah menjadi hal yang umum dalam beberapa kurun waktu hampir satu bulan terakhir. Semua hal dilakukan di dalam rumah, seperti bekerja, belajar, bahkan beribadah pun juga terpaksa dilaksanakan di rumah. WHO telah mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing dikarenakan menjaga jarak merupakan langkah penting dalam mencegah penularan virus corona, tetapi

Kini Saatnya Berkontribusi Bagi Negeri

Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia saat ini memang sungguh meresahkan bahkan merugikan banyak pihak. Tak hanya pemerintahan saja yang kewalahan tapi para pekerja juga kewalahan karena harus dipaksa beradaptasi dengan work from home. Para tenaga pendidik pun merasa kebingungan karena tak terbiasa dengan sistem daring (online), belum lagi para siswa/i hingga

Program Pelayanan Darurat Hindari Pandemi

Peristiwa ini terjadi pada perayaan Jumat Agung 2015 di Katedral BMV Bogor. Di bawah tenda besar di halaman parkir depan gereja, penulis bertugas sebagai panitia Perayaan Paskah. Seperti biasa, perayaan Jumat Agung pukul 15:00 WIB penuh disesaki umat yang hadir. Dalam sekejap bangku-bangku di dalam gereja telah dipenuhi umat. Pintu

Misa Jarak Jauh dan Virus Corona (Covid-19)

Tiga puluh lima tahun lalu kita belum kenal telepon genggam (handphone). Kala itu yang kita kenal hanyalah telepon kabel yang terpasang di rumah atau di kantor atau di toko dan lain-lain,  di mana  pesawat teleponnya hanya “berdiam”  di satu tempat saja. Tidak bisa dibawa kemana-mana. Bila kita ingin menelpon seseorang

Top