Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Keuskupan Bogor"

Peran Orangtua dalam Pembelajaran Transformatif Era 4.0 di Keuskupan Bogor

Parenting WebinarKomisi Pendidikan Keuskupan Bogor sadar betul akan masalah-masalah yang muncul selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Oleh karena itu Vikaris Episkopal bidang pendidikan RD Robertus Untung Hatmoko memberikan edukasi dalam bentuk webinar terhadap 3 elemen PJJ saat ini, yaitu murid, orangtua, dan guru. Webinar bertajuk “Peran Orangtua dalam Pembelajaran Transformatif

Bima Arya: Pandemi Bukan hanya Ujian Kesehatan, Tetapi juga Keimanan

[BOGOR] Sudah menjadi rutinitas Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto beserta jajaran Muspida, polisi, dan militer mengunjugi gereja-gereja pada saat perayaan malam Natal. Tahun ini pun, Wali Kota bersama jajarannya mengunjungi Gereja Katedral Bogor pada penutup misa kedua sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (24/12) malam.Dalam sambutan di Mimbar Gereja Katedral,

Pastor Haruna: Natal, Momentum Bijaksana Mengelola Makanan

[PUSPAS] Menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Gereja BMV Katedral Bogor membuka diri untuk bersama umat melaksanakan Perayaan Ekaristi Malam Natal, Kamis (24/12) malam. Perayaan ekaristi digelar sebanyak 3 kali, pukul 17.30 di Gereja Katedral, pukul 17.30 di aula pusat pastoral Keuskupan Bogor, dan pukul 20.00 WIB di Gereja Katedral.Perayaan Ekaristi

‘New Normal’ Keuskupan Bogor Diundur, Harus Menunggu Berapa Lama Lagi?

Kebijakan pelayanan Perayaan Ekaristi di Keuskupan Bogor dalam masa normal baru kembali ditinjau. Melalui surat bernomor 040/SKB/VI/2020 dengan mempertimbangkan surat Gubernur Jawa barat (No. 460/2688/Hukham) yang memperpanjang pemberlakuan PSBB secara porposional untuk wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi sampai Selasa (2/7) mendatang, maka Bapa Uskup Paskalis Bruno Syukur memutuskan untuk mengundur

Ritual Gereja, COVID-19, dan Perayaan Paskah

Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan dengan kabar 2 WNI yang terinfeksi virus corona (COVID-19). Hal ini tentu membuat banyak warga cemas bahkan panik berlebih. Beberapa saat setelah berita tersebut masuk ke jagat maya, harga masker pun melonjak dalam sekejap, orang-orang berbondong-bondong belanja untuk stok kebutuhan sehari-hari.Upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona telah dilakukan untuk mengurangi penyebarannya. Gereja pun

UBK dari Berbagai Daerah Rayakan PHDI di Katedral Bogor

[KATEDRAL] KOMPAK Disabilitas Keuskupan Bogor kembali menggelar peringatan hari disabilitas internasional (PHDI), Minggu (8/12) siang. Bertempat di Gereja Katedral Bogor, sekitar 170 orang disabilitas yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunagrahita merayakan ekaristi bersama 155 pendamping dan 70 orang panitia serta volunteer.Perayaan yang diawali dengan perarakan patung Bunda Maria untuk memperingati Hari Raya Santa

Perhatian Gereja terhadap Disabilitas Makin Besar

Umat Katolik penyandang disabilitas khususnya yang berdomisili di Keuskupan Bogor patut bersyukur. Pasalnya, Gereja Keuskupan Bogor semakin memberi perhatian kepada penyandang disabilitas atau yang disebut juga umat berkebutuhan khusus (UBK). “Setiap tahun Keuskupan Bogor memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar misa bersama UBK, pendamping dan keluarga UBK.  Gereja juga terus

Porap Dekanat Tengah Eratkan Persaudaraan Antarparoki

Pelepasan burung menandai dimulainya Porap Dekanat Tengah. Foto: Audrey Aprillia

[SUKASARI] Siang itu langit nampak sangat cerah matahari tersenyum hangat seakan mendukung pembukaan pekan olahraga antarparoki (Porap)  yang dilaksanakan di lapangan Sekolah Mardi Yuana Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari, Minggu (6/10). Puluhan partisipan Porap menyunggingkan senyum terbaiknya untuk menunjukkan antusiame yang tinggi. Para partisipan berasal dari berbagai paroki yang berada

Sinode Mahasiswa, Penutup Sinode II Keuskupan Bogor Tingkat Paroki

[KATEDRAL] Sinode II Keuskupan Bogor tingkat paroki ditutup dengan Sinode Mahasiswa, Minggu (28/7). Bertempat di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Bogor lt. 4, puluhan mahasiswa dan dosen yang berasal dari berbagai kampus yang berada di wilayah Keuskupan Bogor menyampaikan aspirasi serta keluh kesah yang selama ini dialami.Sebelumnya peserta di paroki dipisah antara orangtua dan OMK. Karena kaum

Top