Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Aksi Puasa Pembangunan"

Bolehkah Menghapus Abu?

Rabu Abu merupakan salah satu peristiwa penting dalam kalender liturgi Katolik. Rabu Abu adalah pembuka masa pra-Paskah atau retret agung. Abu di dahi adalah tanda ketidakabadian kita umat manusia. Lalu, apakah kita harus menjaga abu selama satu hari penuh, atau kita boleh membersihkan abu selepas perayaan ekaristi? Walaupun jatuh pada hari biasa (bukan hari libur), sebagian besar umat Katolik

Surat Gembala: Kita Katolik Kita Indonesia, Membangun Hidup Kristiani yang Berkualitas

Saudara-saudariku, umat Keuskupan Bogor terkasih, semoga damai Tuhan berlimpah dalam hatimu. Kita memasuki Masa Prapaskah dengan tanda abu dikenakan pada dahi atau kepala kita, sambil imam atau petugas berkata: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah, engkau ini abu dan akan kembali menjadi abu”. Seruan ini memenuhi perayaan-perayaan selama masa tobat

Surat Gembala APP Keuskupan Bogor 2018

“AKU KATOLIK, AKU INDONESIA. SELAMATKAN TANAH AIR KITA” Saudara-saudariku, umat Keuskupan Bogor terkasih, Semoga damai Tuhan berlimpah dalam hatimu. Laksanakan Retret Agung: Masa Prapaskah Masa Prapaskah adalah saat kita melakukan retret Agung bersama-sama dan secara pribadi. Masa ini dimulai pada Hari Rabu Abu, 14 Februari dan berakhir pada hari Jumat Agung, 30 Maret 2018.

Top