Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Rabu Abu"

Bolehkah Menghapus Abu?

Rabu Abu merupakan salah satu peristiwa penting dalam kalender liturgi Katolik. Rabu Abu adalah pembuka masa pra-Paskah atau retret agung. Abu di dahi adalah tanda ketidakabadian kita umat manusia. Lalu, apakah kita harus menjaga abu selama satu hari penuh, atau kita boleh membersihkan abu selepas perayaan ekaristi? Walaupun jatuh pada hari biasa (bukan hari libur), sebagian besar umat Katolik

Surat Gembala: Kita Katolik Kita Indonesia, Membangun Hidup Kristiani yang Berkualitas

Saudara-saudariku, umat Keuskupan Bogor terkasih, semoga damai Tuhan berlimpah dalam hatimu. Kita memasuki Masa Prapaskah dengan tanda abu dikenakan pada dahi atau kepala kita, sambil imam atau petugas berkata: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah, engkau ini abu dan akan kembali menjadi abu”. Seruan ini memenuhi perayaan-perayaan selama masa tobat

UBK Bersama Umat Rayakan Rabu Abu

[KATEDRAL] Untuk kali pertama secara masif dan berkelompok, umat berkebutuhan khusus (UBK) atau penyandang disablitas di Keuskupan Bogor merayakan Misa Rabu Abu bersama ratusan umat lainnya di Gereja Katedral Bogor, Rabu (14/2). UBK dengan berbagai jenis keterbatasan di antaranya tunagrahita, tunarungu, dan tunanetra tersebut mengikuti misa pada pukul 17.00 WIB

Top