Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Hoax"

Cerdas dan Rasional Memilih Pemimpin

[KATEDRAL] Menyambut tahun politik 2019 Komisi Kateketik bekerja sama dengan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) dan Komisi Kerawam menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Saya Katolik Saya Indonesia” di Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor lt. 4, Minggu (21/1). “Umat Katolik harus cerdas dan rasional dalam memilih pemimpin karena masa depan kita ditentukan melalui pilihan tersebut,” kata Romo

Perjuangan Media Alternatif Masih Panjang

Saat ini, berita bohong atau yang kerap dikenal dengan sebutan ‘hoax’ sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat dunia. Media mainstream atau media arus perdana yang menjadi salah satu sumber fakta terpercaya sering kali berisi kepentingan politik dan ekonomi. Lalu apa yang harus dilakukan? Kira-kira pertanyaan itulah yang terlintas dalam pikiran anggota

Mgr. Pius Riana Prabdi: Orang Muda, Energi Kreatif Membangun Negeri

[JAKARTA] Orang muda memiliki kreativitas yang tiada henti, hal tersebut harus digunakan untuk membangun negeri. Demikian dikatakan Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Keuskupan Ketapang Monsinyur Pius Riana Prabdi di Gedung KWI, Jl. Taman Cut Mutiah Jakarta Pusat. Hal ini diungkapkan dalam live instagram bertajuk “Ngobrolin Anak

OMK Harus Ikut Perangi ‘Hoax’

[ALAM ORGANIK CIHIDEUNG] Perkembangan zaman yang ditandai dengan percepatan arus informasi melalui internet sudah tidak dapat dibendung lagi. Dampaknya pun beragam, ada yang positif dan negatif, salah satu dampak negatifnya adalah ‘hoax’. “Cyber war, hoax, merupakan pertarungan media sosial (medsos) dengan menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya untuk kepentingan kelompok

Paus Tegaskan Pendidik dan Umat Dorong Pemurnian Gereja

Paus Fransiskus mendorong umat Kristen, terutama mereka yang berprofesi di bidang pendidikan mau bekerja sama dengan komunitas masyarakat untuk mengembangkan budaya kasih dan perlindungan, terutama bagi anak-anak. Bapa Suci menegaskan pentingnya untuk mengembangkan ruang di mana kekerasan dan pembohongan tidak lagi membudaya, di mana pertanyaan kritis tidak ditutup-tutupi dengan dusta. “Kekerasan

Top