Anda di sini
Beranda > Artikel > Lebih Menyeramkan Virusnya atau “Hoax”nya?

Lebih Menyeramkan Virusnya atau “Hoax”nya?

Covid-19 atau yang sering disebut virus Corona menjadi momok menakutkan di hampir semua belahan dunia. Menurut beberapa sumber, pertama kali virus ini muncul di negeri Tiongkok lebih tepatnya Kota Wuhan, China. Diduga virus ini berasal dari kelelawar yang dijual di pasar hewan.

Mengapa virus ini sangat heboh diperbicangkan? Bahkan sebagian besar negara yang terdampak virus ini melakukan sistem lockdown atau membatasi aktivitas masyarakatnya. Berikut ini kita akan mengulas fakta-fakta unik tentang virus Korona:

  • Virus yang termasuk dalam keluarga SARS dan MERS.
    Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan flu, infeksi saluran pernapasan, dan epidemi seperti SARS dan MERS, menurut para pakar dari WHO.
    Melihat kembali munculnya SARS pada November 2002, yang muncul dari negeri yang sama yaitu Tiongkok dan juga menyebar ke Hongkong, Singapura, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Amerika Serikat, Rusia, dan bahkan Tanah Air kita juga Indonesia.
    Epidemi ini berakhir pada pertengahan 2003 dan menjangkit 8.098 orang di berbagai dunia dan memakan 774 korban meninggal dunia.
  • Mempunyai gejala yang beragam.
    Gejala yang disebabkan virus ini begitu beragam, beberapa pengidap virus ini dapat merasa seperti flu biasa, demam, batuk, sakit kepala, sulit bernapas.
    Tentunya dari gejala diatas banyak orang yang salah mengartikan dan hanya menganggap mereka hanya terkena masuk angin atau penyakit biasa lainnya.
  • Berbagai negara mengupayakan kebiasaan cuci tangan dan social distancing.
    Memang hal seperti cuci tangan ini terdengar sepele namun untuk meminimalisir penyebarannya, kebiasaan cuci tangan ini dinilai sangat ampuh untuk membunuh virus.
    Dan social distancing merupakan tindakan untuk meminimalisir terjadinya kontak langsung antar manusia.
  • Angka kematian dari virus Korona tergolong rendah.
    Virus Korona ini memiliki persentase kematian sebesar 3%, berbeda dengan epidemi lainnya yang mempunyai presentase kematian  diatas 10%.

Selain fakta-fakta unik di atas, tidak dapat dipungkiri kalau hoax dan berita-berita yang tidak benar tentang Virus Corona ini lebih menyeramkan dari virusnya itu sendiri. Berikut rangkuman berita hoax yang dilansir dari website resmi Virus Korona di Indonesia.

  • Virus Korona dapat dilawan dengan berendam di air laut.
    Berita hoax yang satu ini datang dari broadcast Whatsapp yang berisikan testimoni seseorang yang berendam di tepi pantai yang kemudian dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan. Menurut para ahli hal tersebut tidak mungkin terjadi karena virus Korona ini tidak menyerang bagian permukaan kulit, melainkan menyerang sel-sel di dalam tubuh.
  • Imigran China sengaja membawa virus Corona agar membasmi masyarakat di Indonesia.
    Dari hasil penelusuran, pernyataan tersebut tidak benar. Dikarenakan penjelasan dari unggahan tersebut tidak mempunyai bukti yang kuat dan juga pada dasarnya kasus virus Korona di Indonesia pertama kali berasal dari kontak dengan warga negara asal Jepang bukan China.
  • Obat amoxilin dapat mencegah virus Korona.
    Berita hoax kali ini datang dari unggahan seseorang di status Whatsaap-nya, ia menyatakan dengan menaruh dua biji obat amoxilin di tendon air dapat mencegah virus Corona. Dan bahkan sudah digunakan di kepresidenan dan rumah-rumah dinas ujarnya. Seorang dokter pun geram dengan pernyataan tersebut dan menuliskan unggahan di Twitter yang berisikan “Obat amoxilin itu merupakan obat antibakteri ya, bukan untuk virus”.
  • Bahan pangan menjadi suatu kelangkaan.
    Mungkin dari beberapa berita hoax, tentang bahan pangan yang banyak dipercaya oleh masyakat. Setelah pengumuman resmi dari pemerintah bahwa virus Corona telah masuk ke Indonesia, masyarakat seketika diliputi rasa gelisah dan takut kehabisan bahan pangan. Akibatnya terjadi antrian panjang di beberapa pusat perbelanjaan dan bukan hanya antriannya saja yang panjang namun jumlah barang yang dibeli pun sudah termasuk tidak wajar. Nyatanya pusat perbelanjaan yang menyediakan bahan pangan tetap buka dan ketersedian bahan pangan pun masih aman dan terkendali.

Setelah melihat fakta-fakta unik serta hoax yang ada diharapkan masyarakat agar tetap tenang dan memilah informasi yang akan disebarkan. Dan untuk saat ini diharapkan masyarakat mengikuti ujaran pemerintah untuk melakukan social distancing, mengkarantina diri di rumah, membatasi aktivitas di luar rumah,dll.

Marilah kita sama-sama berdoa agar epidemi ini segera berakhir dan aktivitas kita dapat pulih seperti semula.

(Leonardus Evan/AJ)

Leave a Reply

Top