Anda di sini
Beranda > Nusantara > Peran Orangtua dalam Pembelajaran Transformatif Era 4.0 di Keuskupan Bogor

Peran Orangtua dalam Pembelajaran Transformatif Era 4.0 di Keuskupan Bogor

Parenting Webinar

Komisi Pendidikan Keuskupan Bogor sadar betul akan masalah-masalah yang muncul selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Oleh karena itu Vikaris Episkopal bidang pendidikan RD Robertus Untung Hatmoko memberikan edukasi dalam bentuk webinar terhadap 3 elemen PJJ saat ini, yaitu murid, orangtua, dan guru. Webinar bertajuk “Peran Orangtua dalam Pembelajaran Transformatif Era 4.0 di Keuskupan Bogor“ berlangsung melalui aplikasi Zoom dan live streaming, Sabtu (23/1) sore.

Hadir sebagai narasumber Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Bogor RD Alfonsus Sutarno dan Pakar Pendidikan Indra Charismiadji, dan Moderator Franciska I R Kambong.

Melalui pengantarnya Pastor Untung berharap orangtua lebih menyadari krusialnya peran mereka selama mendampingi anaknya selama belajar di rumah. “Kita mencoba berinovasi dengan tujuan meningkatkan keefisiensian dan keefektifan dari proses belajar,” ungkapnya.

Pentingnya Peran Orangtua

Seperti yang telah diketahui, orangtua merupakan pendidik yang pertama dan utama, sehingga sangat penting untuk memberikannya lingkungan atau situasi yang mendukung. “Dalam berbagai dokumen Gereja, orangtua Katolik wajib memberikan pendidikan moral yang sesuai dengan ajaran-ajaran Gereja. Dengan ini anak dapat tumbuh dengan raga dan roh yang ideal,” papar Pastor Tarno.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain dari segi agama, orangtua juga mengajarkan berbagai hal ke anaknya. Terutama di tengah pandemi ini, orangtua wajib mendampingi anaknya. Oleh karena itu, orangtua perlu lebih bekerja keras agar bisa mengikuti gaya pembelajaran yang sudah berbeda. “Pemahaman penggunaan gawai sangatlah penting sehingga anak tidak mengalami kesalahan teknis saat belajar atau bahkan tidak menyalahgunakan gawai. Menyemangati anak tanpa memberi tekanan pun harus bisa dilakukan karena anak cenderung stress di masa PJJ seperti ini,” tuturnya.

Belajar di Era Digital

Dunia sekarang telah berkembang dengan pesat. Jika dulu anak bermain bola di lapangan, sekarang anak dapat bermain bola di dalam rumah, lewat PlayStation. Begitu pun dengan beberapa tahun ke depan, segala pola hidup sekarang akan berubah dengan drastis. “Berbagai prediksi mengatakan bahwa pada 10 tahun mendatang, sebagian besar pekerjaan di masa sekarang ini akan digantikan oleh komputer. Bahkan 65% murid sekolah dasar sekarang akan bekerja di posisi atau bidang yang sekarang belum ada,” jelas Indra Charismiadji.

Ia mengimbau agar pola pembelajaran dibuat sedemikian rupa agar anak tidak mengalami tekanan. Terutama di saat PJJ ini, anak memiliki kesenjangan dalam capaian belajar, stress karena tugas yang dirasa memberatkan, serta dalam beberapa kasus anak mengalami kekerasan di dalam rumah ketika sedang belajar.

“Orangtua yang merupakan pendamping Pendidikan yang pertama dan utama harus memberikan support yang tidak menghakimi. Anak harus mendapatkan waktu istirahat atau bermain yang cukup, mendapat pemahaman penggunaan gawai, bermain dalam komunitas Pendidikan yang stabil dan bermoral,” ungkapnya.

Di akhir seminar, Uskup Bogor Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa orangtua sebagai pendidik yang pertama dan utama diharuskan memberikan dukungan sepenuhnya agar anak nyaman dalm menjalaninya.

(Alexander Josep Ones/AJ)

Leave a Reply

Top