Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Gema Pendidikan"

Pramuka Regina Pacis Bersihkan Kota Bogor

[BOGOR] Pramuka Regina Pacis bersihkan Kota Bogor, Sabtu (28/9). Sekitar 310 orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas 10 SMA Regina Pacis yang tergabung dalam Pramuka melakukan kerja bakti untuk membersihkan beberapa area Kota Bogor yang terletak di sekitar sekolah. Setidaknya ada 5 area yang dibersihkan yakni daerah Pengadilan, Sawojajar, Sempur, Air Mancur, dan Kapten Muslihat. Kegiatan ini

SMA Budi Mulia Berkomitmen Membina Iman Murid Melalui Kegiatan BKSN

[BOGOR] SMA Budi Mulia Berkomitmen Membina Iman Murid, hal ini terlihat dari kegiatan lomba pada Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) setiap tahunnya. “Lomba dalam rangka BKSN harus terus berjalan setiap tahun. Melalui berbagai lomba ini, siswa-siswi diharapkan dapat semakin memahami dan mendalami sabda Tuhan lewat Alkitab,” kata Kepala SMA Budi Mulia Maria Hendrika, Senin (30/9)

Pensi SD Regina Pacis: Sukacita dalam Berkesenian

[REGINA PACIS] Kegembiraan dan kebahagian terpancar di raut muka seluruh siswa sekolah dasar Regina Pacis Bogor, Rabu (19/06). Sekitar 1.100 orang yang terdiri dari siswa dan siswi kelas 1-6 berkumpul di halaman sekolah untuk menggelar pentas seni bertajuk "Spread The Love, Light Up Your Talent, Lets Laugh Together". Berbagai atraksi

Evolve, Evolusi Kreatif Siswa DKV

[SUKASARI] Ratusan karya siswa-siswi Kelas 12 SMK Grafika Mardi Yuana Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)  dipamerkan di Aula Santo Michael, Gereja St. Fransiskus Asisi Sukasari.  Pameran ini mengangkat tentang evolusi dengan tema “Evolve,  Through The Age”, acara dibuka dengan cukup meriah, Rabu (24/4) pagi. Turut hadir dalam pembukaan pameran ini Kepala SMK Grafika MY Bogor Theresia

Pensi SMA Regina Pacis Diakhiri dengan “Cantik”

[DANAU BOGOR RAYA] Pentas Seni SMA Regina Pacis Odyssey bertajuk “Natura Fest” resmi ditutup tadi malam, Jumat (16/11). Pensi yang bertempat di Lapangan Tenis Semi Indoor Danau Bogor Raya itu dihadiri sekitar 1.500 penonton dari berbagai kalangan. Mereka hadir untuk menonton pertunjukan musik dari Ardhito Pramono, Barasuara, dan Kahitna. Puncaknya pada

SMA Regina Pacis Bogor Gelar Pensi Odyssey La Floriade

[BOGOR RAYA] SMA Regina Pacis Bogor menggelar pentas seni bertajuk “Odyssey La Floriade” di Lapangan Tenis Semi Indoor Sport Club Bogor Raya, Sabtu (27/10). Kegiatan dengan perkiraan lebih dari 1.000 pengunjung ini dibuka oleh Kepala SMA Regina Pacis C. Retno Widayanti. Pentas seni yang setiap tahun digelar oleh Regina Pacis ini,

Menanamkan Kejujuran Sejak Dini

[REGINA PACIS] Sekolah Menengah Atas (SMA) Regina Pacis (RP) Bogor menggelar seminar bertajuk “Membangun Bangsa Melalui Nilai-Nilai Kejujuran”, Kamis (9/8). Kegiatan yang dihadiri sekitar 900 siswa SMA RP ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alex Subrata berserta tim untuk memberikan materi. Alex Subrata mengatakan, karakter kejujuran adalah modal utama

SD Regina Pacis Luluskan 186 Generasi Penerus Bangsa

[REGINA PACIS] Sekolah Dasar (SD) Regina Pacis meluluskan 186 siswa pada tahun ajaran 2017-2018. Pelepasan dilakukan di aula SD Regina Pacis, Jalan Juanda, Kota Bogor, Sabtu (9/6). Acara berlangsung sangat meriah. Selain siswa dan siswi unjuk kebolehan, antara lain dengan bermain band, angklung, dan biola, para guru pun tidak mau kalah.

Murid SMA Budi Mulia Belajar Pasar Modal

[BUDI MULIA] Guna pemerataan pemahaman pasar modal di sekolah-sekolah, SMA Budi Mulia Bogor bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor menggelar seminar pasar modal dan investasinya, Senin (4/6) pagi. Seminar ini menghadirkan narasumber tunggal yakni Dina Indah Pertiwi Staf Galeri Investasi STIE Kesatuan. Sekitar 150 siswa-siswi yang terdiri

Dirjen Bimas Katolik: Indonesia Membutuhkan Guru Agama Katolik

Ketersediaan guru agama Katolik di Indonesia cukup memprihatinkan. Khususnya, di sekolah Negeri, masih banyak anak-anak Katolik yang tidak mendapatkan pelajaran agama dari guru agama Katolik. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Agama Katolik, Eusebius Binsasi mengakui, ketersediaan sarjana pendidikan Agama Katolik saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan guru agama di

Top