Anda di sini
Beranda > Lingkungan/Wilayah > Pondok Rumput, Wilayah Pertama dengan Partisipasi Dana KKS 98%

Pondok Rumput, Wilayah Pertama dengan Partisipasi Dana KKS 98%

[BOGOR] Apresiasi tertinggi untuk umat di wilayah Hati Kudus Yesus Pondok Rumput yang telah menyatakan partisipasinya dalam mendukung karya komunikasi sosial melalui Dana KKS yang berlaku mulai 1 Agustus 2022 lalu. “Saya minta umat mendukung dan ikut terlibat dalam KKS ini. Toh ini untuk umat juga dan mereka bisa akses semua produk kapan pun dan di mana pun. Kalau bukan kita-kita mau siapa lagi?” ungkap Ketua Wilayah Pondok Rumput Lucia Kus Pratiwi kepada bmvkatedralbogor.org, Jumat (5/8) pagi.

RD Paulus Haruna. Dok. Pribadi

Seperti yang diketahui, Paroki BMV Katedral Bogor telah meniadakan Iuran Berita Umat dan membuat konsep baru dalam bentuk Dana Karya Komunikasi Sosial (KKS) yang berlaku sejak 1 Agustus 2022. “Saya berharap umat dapat berpartisipasi, mendukung karya-karya Komsos yang luar biasa itu. Oleh karena itu para pengurus dapat mengajak umat sebanyak-banyaknya untuk terlibat,” kata Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD Paulus Haruna dalam salah satu kesempatan safari wilayah.

Menanggapi ajakan pastor paroki tersebut, Wilayah Hati Kudus Yesus Pondok Rumput menjadi wilayah pertama yang mengkonfirmasi keterlibatannya dalam Dana KKS per Agustus 2022 dari yang awalnya sekitar 67,80% menjadi 98,31% dari total KK Katolik yang ada di data MSI.

Komsoser se-Keuskupan Bogor di akhir perayaan hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56. Foto: Ignatio Alfonsus Daniputra

Pentingnya Partisipasi Umat

Sebelum berlaku, kebijakan baru ini telah disosialisasikan selama 2 bulan dalam banyak kesempatan seperti pertemuan para Ketua Wilayah di Graha SIG pada Rabu (1/6), surat resmi paroki yang ditujukan kepada seluruh umat yang terbit pada Rabu (15/6), jalur whatsapp pribadi ketua wilayah pada Senin (18/7), dan berbagai jalur komunikasi yang dimiliki oleh dewan paroki serta media yang dikelola oleh Komsos.

Ketua Tim Percepatan Peningkatan Karya Komunikasi Sosial (TPPKKS) Leonardus Evan menjelaskan mengapa konsep iuran Berita Umat diganti menjadi Dana KKS. “Dulu namanya iuran Berita Umat karena produknya hanya itu, namun saat ini berbeda, Seksi Komsos mengelola berbagai platform mulai dari cetak, digital, sampai media sosial oleh karena itu iuran Berita Umat sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia juga melihat bahwa iuran Berita Umat hanya membangun tembok pembatas partisipasi umat untuk mendukung karya Komunikasi Sosial. “Iuran Berita Umat membuat seakan-akan umat membeli majalah, jadi kalau tidak mau majalah tidak perlu ikut. Akan tetapi sebenarnya dana tersebut jauh lebih besar konteksnya dari beli majalah. Oleh karena itu lahirlah Dana KKS, melalui dana tersebut umat berpartisipasi aktif mendukung dan menyokong berbagai upaya pengelolaan media komunikasi sosial,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Bendahara 2 di Komsos BMV Katedral.

Saat ini Komsos BMV Katedral mengelola cukup banyak platform yang menghasilkan puluhan produk yakni Majalah Berita Umat, Situs bmvkatedralbogor.org, YouTube BMV Production, TikTok @BMV_Hits, Instagram beritaumat, dan Fanpage Facebook Berita Umat.

Berbagai media tersebut adalah milik umat, semuanya berasal dari umat dan untuk umat juga, oleh karena itu partisipasi umat menjadi sangat penting dalam konteks pengelolaan media tersebut. 

Semoga ini menjadi awal yang baik, dan wilayah yang lain segera menyusul untuk mengajak seluruh umat bertumbuh dan berkembang bersama-sama dalam karya komunikasi sosial.

Penulis: Agnes Marilyn | Editor: Aloisius Johnsis

Leave a Reply

Top