Anda di sini
Beranda > Lingkungan/Wilayah > Monsinyur Paskalis: Jangan Cemas dan Tetaplah Percaya

Monsinyur Paskalis: Jangan Cemas dan Tetaplah Percaya

Peresmian Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede

Cemas adalah hal yang wajar, tetapi Allah tidak akan pernah membiarkan umatnya berjalan sendirian. Demikian dikatakan Uskup Bogor Monsinyur Paskalis Bruno Syukur dalam perayaan ekaristi peresmian Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede.

Hari ini adalah momen bersejarah sekaligus membahagiakan bagi umat di wilayah Bojonggede dan Keuskupan Bogor. Pasalnya bertepatan dengan ulang tahun tahbisan episkopat ke-7 Uskup Paskalis, wilayah St. Yohanes Pembaptis Bojonggede yang mulanya menjadi bagian dari Paroki BMV Katedral Bogor kini resmi menjadi Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede, Senin (22/2) sore.

Peresmian yang disiarkan secara langsung melalui Youtube Unio Bogor ini bertempat di lahan Gereja Santa Faustina Kowalska, Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Dalam perayaan ini bapa uskup mengutus RD Mikael Endro Susanto sebagai pastor paroki, RD Christophorus Lamen Sani sebagai pastor vikaris, dan melantik dewan pastoral paroki (DPP) serta dewan keuangan paroki (DKP) periode 2021-2024 yang akan menjadi rekan seperjalanan para gembala.

Penandatanganan prasasti peresmian Paroki St. Faustina. (kiri-kanan) RD Paulus Haruna, RD Mikail Endro Susanto, Mgr Paskalis Bruno Syukur, RD Christophorus Lamen Sani, RD Dominikus Savio Tukiyo. Sumber: Kanal Youtube Unio Bogor

Gembala yang Mencintai Umat

Dalam homilinya monsinyur mengajak para gembala untuk mencintai umatnya. “Tugas gembala adalah membimbing dan mendampingi umatnya. Hal pokok bagi seorang pastor yang diutus adalah memiliki cinta kepada umat yang digembalakan. Jangan terpaksa apalagi mencari keuntungan, maknailah karya kegembalaan dengan sukacita dan pengabdian diri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uskup Paskalis menjelaskan, seorang gembala tidak perlu bekerja sendirian dalam membimbing dan mendampingi umat. “DPP dan DKP punya tugas untuk membantu pastor dalam konteks menggembalakan dan membimbing umat. Para pastor tidak perlu bekerja sendirian, tetapi bersama-sama dengan dewan yang telah dipilih,” ujarnya.

Paroki yang Berdevosi pada Kerahiman Ilahi

Sebagai paroki baru, tentu ada kecemasan umat apakah roda kehidupan paroki dapat berjalan dengan baik. Bagaimana cara menghidupi umat? Bagaimana cara menghidupi pastor? Bagaimana membangun gedung gereja? “Okelah kalo ada kecemasan, tetapi kita harus percaya sebagai kawanan Allah dan Ia tidak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian,” tutur Monsinyur Paskalis.

Mengacu pada pemilihan nama Paroki St. Faustina Kowalska, Bapa Uskup Paskalis berharap para umat dapat mengembangkan Devosi Kerahiman Ilahi dan menjadi duta kerahiman Tuhan.

Selamat untuk seluruh umat Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede semoga dapat menjadi gereja yang hangat, peduli, dan berbau domba.

(AJ)

Leave a Reply

Top