Anda di sini
Beranda > Artikel > Membaca Kitab Suci dengan Sukacita

Membaca Kitab Suci dengan Sukacita

Surat Gembala Uskup Bogor berkaitan dengan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2016 telah menggugah komunitas kami, yakni “Sahabat dan Pencinta Kitab Suci”, untuk mewujudkan komitmen dalam usaha mengenal pribadi Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kita, lewat ambillah dan bacalah Kitab Suci (KS) (Deuterokanonika).

Dalam surat Gembala itu, Bapak Uskup menekankan perlunya kecintaan membaca Kitab Suci, bukan hanya selama Bulan Kitab Suci Nasional saja, melainkan untuk seterusnya. Sungguh bijaksana bila kita siap melakukannya dengan sukacita injil.

Dua tahun yang lalu seorang sahabat, staf pengajar yang aktif pada Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) St. Yohanes Penginjil, Keuskupan Bogor, bercerita tentang sebuah metode baca Kitab Suci. Mungkin dia berkenan mendorong agar terbentuk kelompok-kelompok KS. Dia mengatakan bahwa setiap orang yang hendak mengenal Yesus Kristus, harus membaca  KS dengan tekun setiap hari.

Dalam komunitasnya yang sudah terbentuk, setiap anggota wajib membaca 5 (lima) Bab KS, lalu disharingkan kepada sesama anggota komunitasnya melalui aplikasi whatsApp (WA). Diharapkan semua anggota komunitas secara bersamaan mampu menyelesaikan seluruh bacaan KS, dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu kepada Yohanes. Diingatkan sebuah pesan dari St. Hieronimus: “Tidak mengenal Kitab Suci, berarti tidak mengenal Yesus”.

Sementara itu seorang sahabat alumnus Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) di sebuah Paroki, mengatakan bahwa setiap hari dia dan beberapa teman sekelompok  membaca 3 Bab KS, dan selanjutnya share kepada teman sekelompoknya.

Tertarik dengan upaya sahabat-sahabat itu, lalu kami mencoba mewujudkan  bersama istri dan anak-anak kami membaca KS setiap pagi sebelum masing-masing melakukan tugas-tugas rutin.

Pada awalnya kami bertanya-tanya metode mana yang sebaiknya dipakai. Setelah mencari-cari melalui literatur yang ada, maka  beberapa hari kemudian ditemukan sebuah metode, yang cocok dengan kemampuan serta tersedianya waktu kami. Metode itu adalah bacaan-bacaan KS menurut kalender liturgi, yang pasti sangat teratur untuk bulan dan tahun kalender berjalan, dan lazim dipakai dalam perayaan Ekaristi setiap hari.

Setelah membaca bersama-sama lalu merenungkan makna dari Sabda Allah pada hari itu. Kemudian mengutip pesan, perkataan serta ajaran Yesus Kristus untuk dituangkan ke dalam WA, selanjutnya dikirimkan kepada para sahabat yang membutuhkan dan kepada siapa saja yang  berkehendak baik.

Beberapa sahabat bertanya: “Bagaimana mungkin proses kutip dan kirim bisa berjalan setiap hari lebih dari satu tahun kalender?” Jawabannya adalah “Bahwa hal ini terlaksana adalah berkat bimbingan kuasa Roh Allah dalam pribadi Yesus Kristus. Sebab tanpa bimbingan-Nya pasti tidak dapat berbuat apa-apa.”

Disadari perlunya willing yang kuat, yang kemudian menjadi sebuah commitment untuk mewujudkannya secara berkesinambungan, yang ternyata sejalan dengan tema Surat Gembala: Ambillah dan Bacalah Alkitab dengan Sukacita.

*Penulis adalah Alumnus KPKS Angkatan-I/2006, Santo Yohanes Penginjil, Keuksupan Bogor, dan KEP Angkatan-4/2004, Paroki BMV Katedral

Leave a Reply

Top