Anda di sini
Beranda > Kabar Terkini > Kuis Kitab Suci, Persaingan Ketat dan Sehat

Kuis Kitab Suci, Persaingan Ketat dan Sehat

Semarak 125th Gereja Katedral Bogor

Sekitar 40 peserta dari berbagai wilayah, lingkungan, kategorial dan komunitas memadati ruang daring melalui Zoom Meeting. Meskipun tidak berjumpa secara tatap muka, yang pasti persaingan ketat dan sehat dalam lomba Kukis (kitab suci) Semarak 125th Gereja Katedral Bogor, Sabtu (25/9) Siang sungguh terasa.

Peserta berlomba melalui 3 tahapan. Pertama mengisi soal kuis cepat melalui aplikasi quizizz.com. Kemudian 10 orang dengan nilai tertinggi lanjut ke babak kedua dengan mengisi soal TTS. Selanjutnya, 5 orang dengan skor tertinggi secara bergantian menjawab berbagai pertanyaan yang telah disiapkan oleh panitia untuk mencari juaranya.

Dalam sambutannya Pastor Paroki BMV Katedral RD Paulus Haruna menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Mari kita melaksanakan kegiatan lomba kitab suci ini  dengan baik sebagai bentuk cinta terhadap firman Tuhan, agar umat sungguh dapat dekat dengan Tuhan serta menerima  pesan dari Tuhan yang disampaikan melalui firman,” katanya.

Ketua Panitia Semarak 125th Agus Muhardi berpesan kepada umat untuk saling menyemangati di tengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Walaupun masih dalam suasana Pandemi Covid-19 sebagai umat BMV Katedral kita harus memberikan semangat terhadap sesama. Serta percaya bahwa gereja dapat kembali melaksanakan Ibadah secara langsung dan umat dapat kembali bertegur sapa seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Para umat yang mengikuti lomba kuis kitab suci sangat suportif sehingga lomba dapat berlangsung dengan lancar serta menyenangkan. Selain diselenggarakan melalui zoom, acara ini juga disiarkan melalui kanal Youtube BMV Production.

Tidak kalah ramai dengan peserta lomba, para pendukung melalui youtube juga setia mengikuti rangkaian acara hingga akhir demi mendukung perwakilan komunitas dan wilayahnya masing-masing. Acara kuis kitab suci secara daring dipandu oleh Joseph Mater dan Elizabeth Suzie Lai.

Penulis: Gregorius Galih | Editor: Agnes Marilyn

Leave a Reply

Top