Anda di sini
Beranda > Nusantara > Keberagaman adalah Keniscayaan

Keberagaman adalah Keniscayaan

Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Katedral Bogor menggelar Festival bertajuk Keberagaman, Minggu (1/10) di Kompleks Gereja Katedral hingga Sekolah Budi Mulia Bogor. Sejumlah tokoh lintas iman dari berbagai agama, GP Ansor, pejabat Pemkot Bogor, TNI  dan Kepolisian serta ribuan umat turut menyemarakkan festival yang digagas kaum muda lintas iman itu.

“Keberagaman adalah sebuah keniscayaan. Pendiri bangsa ini sejak awal telah menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya adalah sebuah keniscayaan. Perbedaan-perbedaan tersebut justru yang memperkaya bangsa ini,” ujar Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di hadapan tamu undangan dan umat yang hadir.

Usmar melanjutkan, kemajemukan harus terus dipelihara, dirawat dan dijaga. “Bila kemajemukan tersebut mempersatukan bangsa ini, itu akan menjadikan bangsa ini maju.

Fakta bahwa warga Indonesia ini beragam tidak boleh membuat kita tersekat atau terkotak-kotak. Karenanya saya mengapresiasi festival keberagaman yang diwujudkan Gereja Katedral Bogor,” tandasnya.

Ultah Emas Berita Umat

Festival keberagaman tersebut digelar dalam rangka Ulang Tahun Emas Majalah Berita Umat yang merupakan bidang dari seksi Komsos Katedral. Talkshow Jurnalistik dan Kebangsaan digelar menghadirkan Butet Kartaredjasa dan Arswendo Atmowiloto. Selain itu seni barongsai, kolintang, marawis, pentas seni, pameran foto, buletin, cerita pendek, dan film juga dihelat. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pengobatan gratis untuk warga sekitar, bazar, dan lomba mewarnai.

Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur berharap, komunikasi yang dibangun melalui media gereja seperti Berita Umat dapat memberi pencerahan  dan informasi yang mendidik umat. ” Kami mengapresiasi Berita Umat yang telah menapaki usia 50 tahun. Komunikasi yang dibangun melalui media gereja juga harus memuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman,” ujar Monsinyur .

Di tengah gencarnya arus media sosial saat ini, media gereja harus berpegang pada informasi yang benar, baik, dan bermanfaat. ” Nilai-nilai pewartaan yang membangun sikap positif masyarakat harus terus diinformasikan,” tandasnya .

Ketua Panitia Festival Komsos Aloisius Johnsis menyatakan,  Festival Komsos rutin diadakan. “Sebelumnya kami adakan pada 2 tahun lalu dengan menggelar acara yang berkaitan dengan jurnalistik. Pada tahun ini berkaitan dengan Pesta Emas Berita Umat kami gelar acara yang lebih meriah. Ada parade budaya, barongsai, marawis, kolintang, orkestra, pentas seni yang semuanya bernuansa keberagaman. Selain itu ada pula bazar, lomba mewarnai, pameran foto, juga bakti sosial untuk warga sekitar. Semua itu kami selenggarakan untuk menjalin persaudaraan antarumat di Kota Bogor,” paparnya.

Selain itu, sambung Johnsis, acara lain yang mampu menarik minat masyarakat adalah talkshow jurnalistik yang menghadirkan Butet Kartaredjasa dan Arswendo Atmowiloto. Talkshow jurnalistik erat kaitannya dengan ikon komsos yakni soal media.”Selain itu kami juga telah menggelar lomba karya cerpen, fotografi, buletin, dan film pendek. Semua mata acara dan kegiatan terbuka untuk umum,” ujarnya.

Ketua Komsos Paroki Karedral Bogor Bernadus Wijayaka menambahkan, pihaknya fokus terhadap nilai-nilai Keberagaman di Kota Bogor. “Kami sengaja memilih tema yang berkaitan dengan keberagaman. Perlu diketahui pagelaran ini adalah kolaborasi kaun muda lintas iman, sebagian besar panitianya adalah kaum muda yang terdiri dari berbagai agama, dan suku,” tandas Herjanjam. 

(Jam) 

Leave a Reply

Top