Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Kaum Muda, Gereja Masa Kini

Kaum Muda, Gereja Masa Kini

“Kaum muda bukan hanya Gereja masa depan, namun juga Gereja masa kini”.

Demikian kutipan dari hasil pertemuan para Uskup Asia di Korea Selatan, Agustus lalu. Oleh karena itulah Orang Muda Katolik (OMK) pada masa ini harus dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman dan tetap menjadi penggerak di Gereja Modern. Untuk mewujudkan hal ini maka Seksi Kepemudaan  Paroki BMV Katedral Bogor mengadakan rekoleksi dengan tema “OMK Penggerak Gereja” pada (22–23/11) di Wisma Bu Kris, Citeko, Bogor.

Dalam acara ini hadir juga Petrus Dinar Subagyo selaku perwakilan dari Dewan Pastoral Harian (DPH) Paroki BMV Katedral yang membawahi Seksi Pendidikan dan Seksi Kepemudaan (SKP), Fabianus Eko Eriyanto selaku Ketua Seksi Kepemudaan Paroki BMV Katedral, dan Frater Marsel selaku frater pendamping OMK. Hadir juga perwakilan dari organisasi dan kategorial yang ada di Paroki BMV Katedral seperti Keluarga Karyawan Muda KatoliK (KMKK), Lektor St. Dominikus, dan YPC St. Gregory.

Acara dengan target 100 orang peserta dari 17 wilayah di Paroki BMV Katedral ini dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan ice breaking yang bertujuan agar OMK bisa saling mengenal karena OMK yang hadir berasal dari berbagai latar belakang organisasi, sekolah dan usia. Dalam ice breaking ini OMK diajak bernyanyi bersama, bermain games untuk mencairkan suasana kemudian dilanjutkan dengan makan malam.

Quo Vadis?

Sebelum sesi pertama dimulai Mas Eri selaku ketua SKP memperkenalkan anggota dari Seksi Kepemudaan, kemudian Mas Eri menjelaskan siapa saja yang termasuk dalam OMK, yaitu orang yang beragama Katolik berumur 13–35 tahun dan belum menikah. Sesi pertama dibawakan oleh Mas Dinar. Di awal Mas Dinar bertanya kepada semua peserta yang hadir, Quo Vadis? Adalah pertanyaan yang sama yang ditanyakan Allah kepada Santo Petrus ketika keluar dari gerbang Yerusalem, Quo Vadis? (mau kemana?). Apa yang akan kita lakukan sebagai Orang Muda Katolik di jaman modern ini? Mas Dinar memperlihatkan realitas dari Kaum Muda jaman ini yang begitu lekat dengan gadget sampai pada saat berdoapun kadang tidak bisa lepas dari gadget. Maka inilah saatnya Kaum Muda mulai merefleksikan hidup berimanNya, apakah kita dapat menjelaskan apa yang kita imani? Kita sebagai orang muda harus mau dan mulai mencoba menggali tentang apa yang kita imani dari sumber – sumber yang benar seperti kitab suci atau Magisterium Gereja.

Dalam sesi ini para perwakilan organisasi dan kategorial juga diberikan kesempatan untuk mengenalkan organsasinya kepada OMK yang hadir mulai dari KKMK, dan YPC St. Gregory. Hadir juga perwakilan dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor untuk memperkenalkan pertemuan akbar OMK se-Keuskupan Bogor yaitu Bogor Youth Day 2015 yang akan diadakan pada 13 – 15 Februari 2015 di Paroki Serang dan Rangkas Bitung.

Setelah sesi pertama selesai, sharingpun dimulai dengan pertanyaan mendasar apa harapan OMK yang hadir untuk dilakukan kedepannya. “Harapannya adalah OMK dapat menjadi solusi untuk masalah yang ada di Gereja khususnya Paroki BMV Katedral Bogor”, ungkap Aloisius(20). “OMK tidak hanya sekadar ngumpul, makan dan pulang, tapi juga sesekali bisa berkumpul untuk berdoa atau mendalami kitab suci”, ujar Elia April(19). Peserta juga diminta untuk menuliskan apa yang akan dilakukan kedepannya secara personal dalam selembar kertas untuk didoakan juga dalam ekaristi.

Acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaisti yang dipersembahkan oleh RD. Yosep Sirilus Natet, dalam homilinya Romo Natet bertanya kepada beberapa OMK tentang kisah dibalik nama baptisnya. Romo Natet menanyakan hal tersebut agar nama tersebut tidak hanya menjadi nama, namun kita diajak untuk dapat menghayati spiritualitas dari Santo/Santa pelindung kita. Hari pertama ditutup dengan api unggun dimana beberapa orang perwakilan menyatakan harapannya untuk OMK Paroki BMV Katedral di masa yang akan datang.

Hari kedua dimulai dengan meditas alam yang dipimpin oleh Frater Marsel dengan metode kontemplasi dimana kita mengambil energi dari alam, kemudian melepaskannya kembali kepada alam, meditasi ini mengajarkan kita untuk berserah kepada Allah atas setiap permasalahan yang ada di hidup kita. Setelah selesai dilanjutkan dengan mandi pagi dan sarapan. Sesi dihari kedua ini dibawakan oleh Mas Eri selaku ketua SKP, Mas Eri menyampaikan Rencana Kerja Seksi Kepemudaaan di tahun 2015, sesuai dengan rapat kerja DPP Paroki yang telah diadakan sebelumnya. Berdasarkan data yang ada jumlah umat yang termasuk OMK hampir 4000 orang, Mas Eri mengajak kita untuk berpartisipasi aktif dalam hidup menggereja.

Acara Rekoleksi ini diakhiri dengan outbond untuk merekatkan hubungan antar OMK dan bersukacita bersama.

(John)

Leave a Reply

Top