Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Kamis Putih, Mengenang Cinta Yesus kepada Murid-MuridNya

Kamis Putih, Mengenang Cinta Yesus kepada Murid-MuridNya

[KATEDRAL] Sekitar 2.000 umat memenuhi Gereja BMV Katedral Bogor untuk merayakan perjamuan terakhir Yesus Kristus bersama para muridNya, Kamis (14/4). Perayaan ini menjadi momentum spesial karena setelah dua tahun penuh keterbatasan, umat akhirnya dapat merayakan rangkaian Tri Hari Suci di Gereja BMV Katedral Bogor dengan lebih terbuka dan masif. Selain itu, tercatat sekitar 1.700 umat mengikuti Perayaan Kamis Putih secara virtual melalui YouTube BMV Production.

Terdapat hal yang menarik di awal perayaan. Untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya sempat ditiadakan, perarakan panjang kembali dilaksanakan dari gedung pastoran menuju ke dalam gereja. Perarakan berjalan dengan khidmat menuju altar.

Perayaan pertama pukul 17.00 WIB dipimpin oleh RD Yohanes Suparta yang akrab dipanggil Romo Parto. Dalam khotbahnya menerangkan pembasuhan merupakan tradisi dari Bangsa Yahudi. Pembasuhan kaki dilakukan dalam suatu acara perjamuan. Sebelum masuk ke ruang perjamuan, tamu undangan akan membasuh kakinya terlebih dahulu. Untuk tamu istimewa, tuan rumah akan meminta pelayannya membersihkan kaki orang tersebut.

Yesus Tidak Meninggalkan Para Murid

Melalui kisah pembasuhan pula, Romo Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor itu menjelaskan Yesus mencintai dan menempatkan para murid sebagai pribadi yang sangat penting. “Kita bisa melihat bahwa para rasul bagi Yesus adalah orang-orang terhormat. Yesus menyadari diriNya berasal dari Allah. Oleh karena itu, Ia melihat para murid sebagai bagian dari kehidupan yang diserahkan Allah kepadaNya. Dengan pembasuhan itulah, Yesus menunjukan cinta kepada murid-muridNya,” katanya.

Di akhir homili, Pastor Parto menegaskan dua hal penting dalam perayaan Kamis Putih. “Kita mengenangkan dua hal. Pertama, Kristus begitu mengasihi murid-muridnya dan menempatkan murid-muridNya sebagai orang yang berharga. Kedua, Kristus ingin membawa muridnya dengan berbagi sangkan paran (asal dan tujuan hidup, red) melalui ekaristi. Melalui perjamuan malam terakhir, para murid akan menyadari Yesus tidak meninggalkan mereka. Mereka percaya bahwa di tengah kesulitan, Yesus akan setia bersama-sama dengan mereka,” tuturnya.

Hujan Tak Mematahkan Semangat Umat

Sementara itu pada misa kedua, hujan lebat yang melanda Kota Bogor tidak mematahkan semangat umat untuk hadir dalam perayaan Kamis Putih pukul 20.00 WIB. Terhitung sekitar 1.000 umat memenuhi gedung gereja, gedung Santa Maria, dan gedung pastoran. Misa pada malam ini dipimpin oleh Pastor Paroki BMV Katedral RD Paulus Haruna dengan konselebran Moderator OMK Paroki BMV Katedral RD Paulus Piter.  

Dalam khotbahnya Romo Haruna menjelaskan penghayatan dari perayaan Kamis Putih. “Kamis Putih adalah hari penuh kasih. Mengapa demikian? Karena pada hari ini Yesus menunjukkan kasihnya kepada para murid dan kita dengan rela merendahkan dirinya serta mengadakan ekaristi, di mana ia mengorbankan jiwa dan raganya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga ciri khas kasih dalam Yesus. “Dalam menghidupi kasih Yesus terdapat tiga ciri khas. Pertama, kasih tidak mengenal batasan dan syarat. Kedua, kasih tidak lekang oleh waktu. Ketiga, kasih itu subur dan berbuah melimpah. Dengan mengetahui ciri kasih Yesus, mari kita membuka diri untuk membangun dan menghayati semangat kasih dalam hidup kita,” pungkas Pastor pencipta lagu ‘Heroisme BMV’ itu.

Perayaan Kamis Putih dilanjutkan dengan prosesi pembasuhan kaki kedua belas murid dan ditutup pentahtaan Sakramen Mahakudus.

Pada malam sesudah perayaan Kamis Putih, dilaksanakan ibadat tuguran di mana umat berkesempatan ikut menemani Yesus sebelum di salib. Tuguran dipimpin oleh Romo Parto, ratusan umat masih bertahan baik secara daring maupun luring untuk berjaga-jaga menemani Yesus.

Penulis: Ignatio Alfonsus, Leonardus Evan | Editor: Agnes Marilyn

One thought on “Kamis Putih, Mengenang Cinta Yesus kepada Murid-MuridNya

Leave a Reply

Top