Anda di sini
Beranda > Kabar Terkini > Jumat Agung, Mengenal Pribadi Yesus dari Kisah Sengsara-Nya

Jumat Agung, Mengenal Pribadi Yesus dari Kisah Sengsara-Nya

[KATEDRAL] Antusiasme umat kian meningkat dari satu perayaan ke perayaan lainnya, dapat terlihat area gereja yang sudah dipadati dari dua jam sebelum ibadat. Tingginya jumlah umat hingga 3.000 orang membuat panitia sempat kewalahan mengatur umat. Apalagi momentum ini sepertinya benar-benar dirindukan oleh seluruh umat. Semua ingin dapat tempat terbaik untuk  merayakan karya keselamatanNya dalam peristiwa Jumat Agung (15/4).

Ibadat pertama dimulai pada pukul 15.00 WIB, seluruh umat mengikutinya dengan khidmat. Sebelum ibadat dimulai umat diajak bersama-sama dengan Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) untuk berdoa Novena Kerahiman Ilahi hari pertama dengan wujud intensi untuk seluruh umat manusia.

Ibadat dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur dan konselebran Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD Paulus Haruna. Altar yang terlihat hampa karena tidak ada lilin ataupun iringan organis saat perarakan membuat suasana menjadi sendu.

Dalam homilinya Monsinyur Paskalis menjelaskan Yesus dari Nazaret adalah Imam Agung yang memiliki sisi manusia. “Dalam surat Ibrani dikatakan Yesus dari Nazaret itu merupakan Imam Agung yang kita miliki, tetapi bukan berarti tidak dapat turut merasakan kelemahan kita sebaliknya Ia sama dengan kita. Hanya Ia tidak berbuat dosa,” ucapnya.

“Dari kisah sengsara itu kita dapat melihat pribadi Yesus, apa yang bisa kita ambil sebagai pegangan hidup dari pribadi Yesus? Pertama, Yesus adalah Tuhan kita yang hidup-Nya mencintai dan mengasihi kita. Karena Ia mengasihi kita dan Bapa-Nya maka Ia rela berkorban. Kedua, memilih peran apa yang dapat kita ambil dalam mengikuti-Nya. Terakhir, mari kita sungguh-sungguh membuktikan bahwa kita tidak kalah akan salib kehidupan. Percayalah dengan saudara-saudari yang membuat tanda salib, mengenakan salib, menyimpan salib di rumah. Itu merupakan kekuatan yang Yesus sertai dalam hidup ini,” lanjut Uskup Paskalis itu. 

Sementara pada sesi kedua Jumat Agung dilaksanakan pukul 18.00 WIB. Ibadat yang dipimpin oleh RD Yohanes Suparta dengan konselebran RD Andreas Arie Susanto dihadiri sekitar 1.300 umat.

Dalam khotbahnya, Romo Parto menerangkan, Ibadat Jumat Agung merupakan buah kasih Yesus kepada murid-muridNya. “Pada malam perjamuan yang terakhir, Yesus berjanji tidak akan meninggalkan murid-muridNya. Hari ini kita merayakan Dia yang telah memenuhi janjiNya. Ia berseru dan menyerahkan segalanya kepada Allah,” ungkap Pastor Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor itu.

Ia menambahkan, penghormatan salib adalah tanda kita menghormati kasih Allah. “Kita mau memberikan kesediaan dan kesetiaan kepada Allah,” pungkasnya.

Semoga antusiasme umat pada pekan suci tahun ini tidak berhenti pada perayaan Paskah, namun terus berlanjut bahkan pada misa mingguan dan berbagai aktivitas hidup menggereja lainnya.

Penulis: Christiana Nathalie, Ignatius Alfonsus | Editor: Leonardus Evan

Leave a Reply

Top