Anda di sini
Beranda > Nusantara > Christmas Camp, Kirab Salib IYD Pertama di Keuskupan Bogor

Christmas Camp, Kirab Salib IYD Pertama di Keuskupan Bogor

[GN. PANCAR] Masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru kali ini Orang Muda Katolik Dekanat Tengah Keuskupan Bogor menggelar Christmas Camp di perkemahan Gunung Pancar Sentul Kabupaten Bogor, Sabtu (9/1) dan Minggu (10/1).  Camping rohani yang bertajuk “ALAY – Ada Love Ada Yesus” ini dihadiri sekitar 300 orang dan juga menjadi momentum kirab salib Indonesian Youth Day (IYD) pertama di Keuskupan Bogor yang akan dilanjutkan ke paroki-paroki di Keuskpan Bogor. Kirab Salib IYD ini juga menjadi symbol kesiapan OMK Keuskupan Bogor untuk menyambut IYD ke-2 di Manado Oktober 2016 mendatang. “Hari ini kita mendeklarasikan kesiapan OMK Keuskupan Bogor untuk menyongsong Indonesian Youth Day ke-2 di keuskupan manado, saya harap teman-teman yang nanti terpilih untuk diutus mengikuti kegiatan akbar tersebut dapat membanggakan bagi Keuskupan Bogor,” ungkap Ketua Komisi Kepemudaan RD. Robertus Ari.

Camping yang digelar 2 hari 1 malam ini memiliki banyak kegiatan yang bertujuan untuk medekatkan para peserta yang berasal dari 9 Paroki di Dekanat Tengah yang selama beberapa tahun terakhir mati suri, mulai dari outbond sampai pentas seni. Di hari pertama ketika sore tiba kegiatan sempat terhenti karena hujan badai yang datang tiba-tiba, sukacita sempat terhenti dan berganti dengan kepanikan. Namun yang menarik adalah tanpa diprediksi hujan badai tersebut membuat para peserta saling bahu membahu menyelamatkan barang bawaan dari tenda yang bocor, suasana yang tadinya terkotak-kotak menjadi hilang dan berganti dengan kebersamaan yang hangat.

Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan kegembiraanya terhadap OMK yang mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Musibah yang menimpa anda sekalian tidak dapat diprediksi. Namun satu nasib yang anda terima membuat anda perduli satu sama lain, dan ternyata sukacita itu dapat hadir juga dalam suasanya yang sulit. Saya punya prinsip ketika kita ditimpa kesulitan mungkin oleh hujan oleh panas dan fenomena alam lainnya. Prinsip yang diajarkan oleh teladan saya santo Fransiskus dari Asisi. Saya selalu berterimakasih kepada mereka, saudara dan saudari alam yang menemani kita dalam perziarahan hidup ini. Percayalah itu kana membuat kita lebih mudah melewati kesulitan hidup ini,” tutur bapa uskup.

Kegiatan ini diikuti oleh 9 Paroki di Keuskupan Bogor Yaitu, Katedral Santa Perawan Maria Bogor, Santa Maria Fatima Sentul City, Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata, Santo Fransiskus Asisi Sukasari, Santo Andreas Ciluar, Santo Yakobus Rasul Megamendung, Santo Joannes Baptista Parung, Keluarga Kudus Cibinong, Ingatius Loyola Semplak.

(John)

Leave a Reply

Top