Pertama di Indonesia! Keuskupan Bogor Resmi Bekerja Sama dengan Scholas Occurrentes Mancanegara Sajian Utama 5 April, 202522 April, 2025 [BOGOR] Scholas Occurrentes, sebuah komunitas internasional asal Argentina bentukan Paus Fransiskus yang berfokus pada pendidikan orang muda, resmi melebarkan sayap ke Asia Tenggara khususnya Indonesia. Pontifical movement ini memilih Keuskupan Bogor sebagai cikal bakal karya Scholas Occurrentes di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Ruang Rapat lantai 2 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, Jumat (4/4) pagi. Perjanjian ditandatangani oleh Uskup Bogor Monsinyur Paskalis Bruno Syukur disaksikan oleh Manuel Deza (Scholas New York), Delfina Bejar (Scholas Argentina), Stephanie Kesuma (Scholas Asian Ambassador). Hadir juga para imam Keuskupan Bogor, di antaranya Sekretaris Uskup RD Marselinus Wisnu Wardana, Vikaris Episkopal Bidang Pendidikan RD Robertus Untung Hatmoko, Ketua Komisi Kepemudaan RD Lucius Joko, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan RD Dionnysius Manopo, dan Pastoral Digital Keuskupan Bogor RD Habel Jadera. Monsinyur Paskalis menandatangani perjanjian kerja sama antara Scholas Occurrentes dan Keuskupan Bogor. Foto: Aloisius Johnsis Langkah Pertama Mengawali audiensi dengan Monsinyur Paskalis, Manuel Deza (33) yang berasal dari Scholas New York Amerika Serikat menjelaskan cikal bakal kelahiran Scholas. “Project ini lahir di Argentina ketika Paus Fransiskus masih menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Ketika menjadi Paus, gerakan Scholas Occurrentes juga dijadikan komunitas internasional yang hadir di banyak negara,” katanya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan kesamaan Argentina dengan Indonesia. “Argentina juga memiliki keragaman yang luar biasa, sama seperti di Indonesia. Semoga gerakan Scholas Occurrentes yang memulai langkah pertamanya di Bogor ini dapat tumbuh subur, membentuk orang muda yang mampu mengombinasikan dialog dan karya ke depan,” harapnya. Senada dengan Manuel, Uskup Paskalis juga berharap gerakan ini menjadi konkret di Keuskupan Bogor, sehingga saling memberi kebermanfaatan satu sama lain. “Kita berharap Scholas Occurrentes dapat tumbuh di Indonesia, khususnya di Keuskupan Bogor. Semoga ke depan gerakan ini dapat menjadi manfaat untuk kita maupun Scholas Occurrentes,” tutupnya sebelum melakukan tanda tangan kerja sama. Scholas Asian Ambassador Stephanie Kesuma, yang berasal dari Paroki Santa Maria Fatima Sentul City Keuskupan Bogor, juga berbagi kesannya dalam pertemuan tersebut. “Scholas Occurrentes mulai berproses ketika Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia pada September 2024. Sejak November, tim Scholas Occurrentes sudah mulai berkomunikasi dengan Keuskupan Bogor dan akhirnya langkah pertama hari ini dapat resmi kita lakukan bersama-sama,” paparnya. Penulis: Aloisius Johnsis | Editor: Anastasya Celine
Scoholas accucrrentes, yg di Bogor ini, kegiatannya apa, bagaimana rekrutmen nya, apa yg ingin dicapainya, bagaimana pengaruhnya terhadap anak anak muda katolik di keuskupan Bogor minimal…..blm dijelaskan Reply