Anda di sini
Beranda > Artikel > Toleransi untuk Siapa?

Toleransi untuk Siapa?

Apa yang kamu pikirkan setelah mendengar kata toleransi? Apakah yang kalian pikirkan adalah gedung gereja Katedral yang bersebelahan dengan masjid Istiqlal atau apakah yang kalian pikirkan adalah para pemuka agama yang sedang memakai baju khasnya masing-masing sedang berfoto dengan begitu mesranya?

Menurut KBBI daring toleransi adalah bentuk tidak baku dari kata tolerir. Sedangkan menurut wikipedia secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, toleransi berarti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Kira-kira seperti itu makna toleransi secara teoritis yang sudah kita ketahui dengan jelas.

Tapi apakah makna teoritis dari toleransi masih kita maknai dengan baik dan benar, atau malah kita sudah meninggalkan sikap toleransi menjadi intoleransi?

Toleransi untuk Semua

Toleransi dilakukan bukan hanya oleh orang-orang besar seperti pemuka agama, pejabat pemerintahan, atau para seniman ibu kota. Toleransi adalah sikap yang harus dimiliki setiap pribadi. Karena memang Indonesia yang kita pijaki saat ini terlahir dan tercipta oleh kemajemukkan. Mau tidak mau suka atau tidak suka kemajemukkan yang ada saat ini harus kita rawat dan kita jaga dengan sikap toleransi.

Sikap toleransi juga bukan hanya tentang suku, ras, agama, dan antargolongan namun juga hal-hal kecil yang sebenarnya kalau kita abaikan dapat memecah belah Indonesia. Bertoleransi artinya kita juga mau menerima perbedaan pilihan politik, aliran lagu kesukaan, gaya baju, bahkan sudut pandang setiap pribadi.

Indonesia, Garuda yang Gagah

Di Indonesia sendiri kita memiliki dasar negara yang mempersatukan yaitu Pancasila. Para pendiri bangsa mengagas pancasila agar Indonesia tetap beridiri kokoh dan rukun sampai saat ini bahkan sampai selamanya. Ibarat burung Garuda yang sangat gagah perawakannya para tokoh juga bercita-cita agar juga senantiasa berdiri dengan gagah. Bagaimana cara membuat Indonesia agar senantiasa kokoh, rukun, bahkan gagah? Salah satu caranya adalah dengan bertoleransi. Kenapa bertoleransi sih memangnya tidak ada cara lain? Mungkin banyak cara tapi toleransi adalah hal termudah dan terefisien untuk menjaga bangsa ini agar tetap berdiri.

Apakah Indonesia akan terus menjadi Garuda yang gagah? Tentu itu semua tergantung pada kamu. Iya, kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Selamat merayakan hari toleransi! Semoga kita dapat benar-benar bertoleransi dari hati, bukan dari buku-buku teori.

(Agnes Marilyn)

Leave a Reply

Top