Anda di sini
Beranda > Kabar Terkini > Persekutuan Doa Daring Bersama Romo Eko Wahyu

Persekutuan Doa Daring Bersama Romo Eko Wahyu

PDPKK Santa Maria Fatima

Masa-masa pandemi merupakan masa-masa yang tidak mudah untuk dilalui oleh kebanyakan masyarakat. Kebiasaan baru dengan berbagai protokol yang ketat memaksa gerak refleks masyarakat suka maupun tidak suka harus terbiasa. Begitu pun dengan kegiatan menggereja, salah satunya adalah kegiatan rutin PDPKK Santa Maria Fatima yang harus menyesuaikan dengan keadaan.

Persekutuan doa yang acap kali diselenggarakan secara tatap muka, pada (28/7) diselenggarakan secara daring via Zoom dan live streaming Youtube. Sekitar 230 orang bersama-sama memuji Tuhan secara daring dengan begitu khidmat. Persekutuan doa dengan tema “Kemenangan di Tangan Kita” mengundang narasumber tunggal yakni Pastor Eko Wahyu OSC.

Pastor Eko Wahyu OSC atau yang akrab dipanggil Romo Eko merupakan seorang imam yang berasal dari ordo Salib Suci yang sedang menjalani penugasan di Paroki St. Helena Curug Karawaci. Romo Eko merupakan seorang imam yang banyak dikenal berkat penyampaian materi yang mudah dipahami dengan nuansa humor yang dapat mengocok perut umat yang mendengarnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya video-video seminar bersama Romo Eko dengan views tinggi yang ada pada situs Youtube.

Dalam refleksinya Romo Eko menyampaikan bahwa pernyataan kemenangan merupakan pernyataan yang hanya boleh diucapkan oleh orang-orang dahsyat yang telah ditaklukan oleh Allah. “Orang-orang yang berani menyatakan bahwa kemenangan ada di tangannya merupakan orang-orang dahsyat yang Allah sudah taklukan. Kemenangan bukanlah usaha manusia sendiri, namun merupakan hasil dari kita yang berjalan bersama Allah dan fokus kepada sabda dan ajaranNya,” ujarnya.

Menurut Romo Eko seorang pemenangan bukanlah hanya sekadar seseorang yang berhasil mencapai kemenangan namun, kemenangan merupakan sebuah rangkaian proses yang harus dijalani secara utuh. “Pemenang adalah mereka yang dengan berani dapat memikul salib, jika kita ingin menjadi pemenang maka kita harus berani bertahan dalam penderitaan. Ketika kita bertahan dalam penderitaan tersebut maka kita harus tinggal di dalam kasih serta pokok anggur yang benar yaitu Yesus Kristus,” tukas Romo Eko.

Acara juga turut dimeriahkan dengan nyanyian-nyanyian yang mendukung suasana untuk semakin bersukacita dalam memuji dan memuliakan Allah.

(Agnes Marilyn/AJ)

Leave a Reply

Top