Anda di sini
Beranda > Artikel > Indulgensi Penuh Bagi yang Sudah Meninggal

Indulgensi Penuh Bagi yang Sudah Meninggal

Gereja Katolik Roma memberikan tempat khusus bagi mereka yang telah meninggal dalam dua hari istimewa pada bulan November. Dua perayaan tersebut adalah Hari Raya Orang Kudus pada 1 November, dan Hari Arwah Semua Orang Beriman pada 2 November.

Kedua hari tersebut dimaksudkan agar kita dapat memuliakan semua orang kudus, memohon berkatnya, dan juga mendoakan saudara, kerabat, atau teman yang telah meninggal.

Setiap orang Kristiani dapat memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Caranya dengan mengunjungi makam dan atau mendoakan arwah orang yang sudah meninggal. Jika menjalankan setiap hari mulai 1-8 November akan memperoleh indulgensi penuh, tetapi bagi yang menjalankan pada hari-hari lain, memperoleh indulgensi sebagian.

Apa itu Indulgensi?

Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa dosa temporal, baik seluruhnya atau sebagian, untuk dosa-dosa yang sudah diampuni dalam sakramen pengakuan dosa. Dengan kata lain, indulgensi dapat menghapuskan seluruhnya atau sebagian dari siksa dosa yang masih harus kita tanggung setelah kematian dalam proses pemurnian yang dikenal sebagai api penyucian (purgatorium).

Nah, karena ditujukan untuk penghapusan/pengurangan siksa dosa di Api Penyucian inilah, maka indulgensi juga dapat diperoleh selain untuk jiwa kita sendiri, juga untuk jiwa-jiwa orang lain yang telah meninggal yang kita doakan. Karena bukan hanya kita sendiri saja yang memerlukan penghapusan ini, namun juga terutama jiwa-jiwa lain yang telah mendahului kita, yang sedang menjalani proses pemurnian setelah kematian, sebelum mereka dapat bersatu dengan Tuhan di Surga (Lih. KGK 1471).

Membatu yang Sudah Meninggal

Dalam merayakan peringatan hari semua orang beriman, Gereja Katolik juga mengadakan Misa. Kita di dunia dapat membantu jiwa-jiwa menderita di api penyucian dengan doa, amal, perbuatan-perbuatan baik, dan khususnya dengan Misa. Tindakan-tindakan kita itu dapat membantu mengurangi masa tinggal mereka di api penyucian. Kita yakin bahwa mereka akan menjadi pendoa bagi kita kepada Tuhan. Kita menolong mereka dan mereka menolong kita yang masih berziarah di dunia ini.

Kita sebagai umat Kristiani perlu menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita, kematian merupakan puncak kehidupan, hidup kita tidak dihilangkan/dilenyapkan melainkan diubah. Kita harus percaya bahwa sesudah perjalanan di dunia ini selesai, akan terdapat kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat di mana kita harus mempercayakan seluruh diri kita kepada Kristus.

Oleh sebab itu, pada peringatan hari arwah semua orang beriman ini, ada baiknya kita berdoa dan memohon kepada Tuhan, agar saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia dapat disucikan dari segala dosa-dosanya, dibebaskan dari hambatan, dan dapat menikmati kebahagiaan yang kekal bersama dengan Tuhan dan para kudus di surga. Hari peringatan ini juga memberikan penghiburan bagi kita, bahwa suatu saat nanti kita akan berjumpa kembali dengan mereka yang telah mendahului kita. Ingatlah bahwa setiap dari kita pasti mempunyai saudari-saudara yang telah dipanggil Tuhan, maka ini kesempatan yang diberikan Gereja untuk mendoakan sanak keluarga yang telah meninggal dunia.

 (Gabriella Evangeline/AJ)

Leave a Reply

Top