Anda di sini
Beranda > Pastoral > Generasi Muda Diharap Menghargai Proses

Generasi Muda Diharap Menghargai Proses

[BOJONGGEDE] Generasi muda diminta untuk menghargai proses, dan jangan bertumpu pada sesuatu yang serba instant. Dengan menghargai proses, hasil yang didapat diharap dapat lebih dihargai karena dibutuhkan perjuangan untuk meraihnya. Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan (Komkep) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Antonius Haryanto mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini adalah generasi digital yang penuh dengan kreativitas. Generasi ini juga mempunyai kelemahan, yaitu mau semuanya serba instant. Generasi ini sering kali tidak menghargai proses. “Alangkah baiknya jika anda sekalian mau menyadari kekurangan itu dan berusaha untuk merubahnya agar dapat menjadi generasi yang mandiri,” tutur Romo Haryanto.

“Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”(Markus 10:45). Ayat di atas telah menginspirasi Seksi Kepemudaan Paroki BMV Katedral untuk menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Lahan Gereja Bojonggede, Sabtu (18/6) sampai Minggu (19/6). Kegiatan bertajuk “OMK Bergerak: Melayani Bukan Dilayani” ini dihadiri sekitar 100 orang perwakilan pengurus OMK wilayah di Paroki Katedral.

Turut hadir Mikael Agus Muhardi Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) BMV Katedral. Ia menjelaskan mengenai struktur organisasi paroki dan kebijakan paroki mengenai orang muda. “OMK tidak dapat dipisahkan dari Seksi Kepemudaan (SKP) Karena secara struktur organisasi OMK berada di bawah koordinasi SKP,” tegasnya.

RD Christoforus Tri Harsono Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor mengisi sesi di malam hari untuk menguatkan iman dari peserta yang hadir. Ia mengajak OMK yang hadir untuk menjadi kaum muda yang berkualitas dan setia pada Yesus. “Saat ini begitu banyak kaum muda yang rela menjual imannya untuk sebuah jabatan atau pernikahan. Pertanyaan sederhananya adalah mungkinkan mereka setia dan berkomitmen pada jabatan atau pernikahannya jika dengan Tuhannya saja ia tidak setia?,” tanya Romo Tri.

Dalam kegiatan ini para peserta juga melakukan outbond untuk memperkuat kekompakan serta membangun solidaritas diantara para pengurus. Kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD Marselinus Wishnu Wardhana selaku Moderator OMK di Paroki Katedral.

(John)

Leave a Reply

Top