Anda di sini
Beranda > Kategorial > Ziarah Kategorial: Naik Ojek Menuju Gua Maria

Ziarah Kategorial: Naik Ojek Menuju Gua Maria

Sebagai usaha peningkatan iman, keakraban dan pemupukan cinta kasih dengan masyarakat sekitar maka pada tanggal 5-7 Juni 2015, 17 orang warga Kategorial Katedral Bogor yang berasal dari Lingkungan Sentul, Bantar Kemang, Gedung Badak Baru, Budi Agung, Bukit Cimanggu City, Yasmin dan Pasir Kuda telah mengadakan ziarah ke Gua Maria Kaliori Banyumas dan Gua Maria Nusakambangan Cilacap.

Penggunaan Kereta Api dari Bogor-Jakarta – Purwokerto pulang pergi (pp), memberikan kenyamanan, hemat waktu dan biaya serta peningkatan keakraban di antara peserta.

Gua Maria Kaliori mudah dicapai karena kendaraan umum Purwokerto – Banyumas melewati Gua Maria tersebut.  Kalau mau lebih nyaman bisa mencarter taxi dengan harga sekitar Rp 100.000 (seratus ribu rupiah).  Berziarah ke Gua Maria Kaliori, terasa visi pendiriannya sebagai tempat berdevosi kepada Bunda Maria dan mengembangkan spiritualitas Kristiani dalam mewujudkan kerajaan Allah yang berwawasan lingkungan dan sosial masyarakat, sudah sesuai.

Setelah mengadakan Doa Rosario di depan Gua Maria pada malam harinya dan Doa Jalan Salib pada pagi harinya, perjalanan diteruskan dengan menggunakan bus ke Cilacap.  selanjutnya dari Cilacap perjalanan menggunakan kapal laut kecil ke Kampung Laut dengan waktu tempuh sekitar dua jam.  Dari Kampung Laut menjuju Gua Maria Nusakembangan yang berjarak kurang lebih empat kilometer ditempuh dengan menggunakan ojek dengan biaya Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) pp.  Jalan yang masih berupa tanah dan batu, pada musim penghujan sedikit licin sehingga pada tanjakan yang terjal penumpang harus turun dari ojeknya dan ikut berjalan kaki.  Dengan niat, tekad dan semangat tinggi semua peserta sampai di Gua Maria Nusakambangan dengan keadaan sehat walafiat.  Jalan setapak ini patut diperbaiki untuk meningkatkna jumlah peziarah yang akan datang dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Kondisi patung Ibu Maria di dalam gua yang terbentuk secara alami berupa stalagnit dan patung buatan terawat baik, dapat dijadikan areal berdevosi dan berdoa secara khusuk.  Setelah Doa Rosario di depan Patung Maria dan doa intensi masing-masing peserta, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ojek, dan kapal.  Dalam waktu kurang lebih 2.5 jam peserta ziarah tiba lagi di Cilacap.  Bus yang membawa peserta dari Cilacap ke Purwokerto, terasa menjadi lebih nyaman karena dibandingkan perjuangan naik ojek.

Pada pukul 21.10 Kereta Api Sawunggaling Malam membawa para peserta ke Stasiun Senen Jakarta.  Peserta tiba pukul 03.00 di Jakarta dan langsung naik bus parawisata ke Bogor dan tiba di rumah masing-masing pukul 05.00.  Semua peserta ziarah merasa bahagia dan mengucapkan Puji Tuhan Yesus atas segala perlindungan dalam seluruh kegaitan dan perjalanan ziarah.

(A. Ngaloken Gintings/Pendamping Kategorial)

Leave a Reply

Top