Anda di sini
Beranda > Pastoral > Pleno Komisi Kepemudaan, OMK Harus Keluar dari Zona Nyaman

Pleno Komisi Kepemudaan, OMK Harus Keluar dari Zona Nyaman

[KATEDRAL] OMK jangan hanya nyaman di dalam Gereja, namun harus berani keluar dari zona nyaman untuk berdialog dengan yang berbeda. Karena dalam hidup perbedaan adalah warna yang indah jika dipadukan. Kira-kira demikian intisari dari rapat Pleno Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor yang digelar di Aula lt. 4 Gedung Pusat Pastoral, Minggu (24/2). Sekitar 70 orang perwakilan pengurus orang muda Katolik (OMK) dan seksi kepemudaan paroki (SKP) se-Keuskupan Bogor hadir untuk membicarakan program kerjanya baik yang rutin maupun unggulan.

Ketua Komisi Kepemudaan RD Robertus Ari Priyanto berharap program kerja yang disusun dapat memiliki manfaat untuk banyak orang terutama OMK itu sendiri. “Hari ini kita akan saling sharing berbagai program kerja OMK yang telah dan akan dilakukan ke depan. Semoga program-program yang ada dapat disusun dengan matang sehingga memiliki manfaat untuk OMK,” katanya.

Adapun beberapa kriteria untuk membuat program kerja yang baik adalah menarik OMK untuk terlibat membangun imannya tidak hanya di internal gereja namun juga di masyarakat. Kedua, efektif dan selektif, sebuah program bukan didasari pada keinginan segelintir orang namun harus sesuai dengan kebutuhan dari OMK di paroki tersebut. Kemudian yang ketiga, mendapatkan dukungan dari umat dan tentunya dewan paroki. Karena komunikasi yang baik antara OMK dan dewan paroki menjadi faktor penting dalam menjalankan sebuah program.

Usai berdiskusi, para peserta dibekali oleh Vikaris Judisial Keuskupan Bogor RD Yohanes Driyanto. “Engkau adalah yang terkasih dan yang diutus, maka jalankanlah perutusan itu dengan baik untuk melayani sesama,” pungkas Romo Dri.

Melayani itu bukan hanya di Gereja namun turun ke masyarakat dan berkarya untuk siapapun. Semoga OMK dapat menjadi Gereja muda yang menjadi garam dan terang di manapun mereka berada.

(Audrey Aprillia/AJ)

Leave a Reply

Top