Anda di sini
Beranda > Kabar Terkini > Natal, Persaudaraan, dan Kesederhanaan

Natal, Persaudaraan, dan Kesederhanaan

[KATEDRAL] ‘Di ujung malam yang sunyi, malaikat bernyanyi. Terdengar dawai dan suling, indah alam hening. Damai bagi bangsa-bangsa, di hari lahirNya. Riuhlah alam mendengar, bahana surgawi’. Sepenggal lagu khas Natal itu mengawali langkah para petugas liturgi dalam perayaan malam Natal pertama di Gereja BMV Katedral Bogor, Selasa (24/12) sore.

Ribuan umat memadati Gereja Katedral Bogor, mereka bersiap mengikuti perayaan Vigili Natal untuk menyambut kelahiranNya di palungan. Perayaan ekaristi yang pertama dipimpin oleh Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD Dominikus Savio Tukiyo dengan konselebran RD Paulus Piter dan RD Pramudianto.

Dalam homilinya, Pastor Tukiyo menyoroti tema Natal yang diusung oleh KWI-PGI yakni ‘Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang’. “Menjadi sahabat atau menjadi saudara berarti mau menerima orang lain, mau peduli terhadap orang lain. Saudara yang baik tentu saling mengingatkan ketika jatuh ke dalam dosa. Maka mari kita saling membatu, mengingatkan, dan menyiapkan hati kita sebagai palungan tempat kelahiranNya,” katanya.

Langit yang mulai menggelap menandai Perayaan malam Natal kedua segera dimulai. Misa dipimpin oleh RD Mikail Endro Susanto bersama dengan RD Marselinus Wisnu Wardhana dan RD Dion Manopo.

Pastor Endro mengajak umat untuk memaknai natal dengan menghargai sesama. “Kita harus peduli dan menghargai bukan hanya terhadap yang sama tetapi juga yang berbeda. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan maka dari itu hendaknya perbedaan tidak dianggap sebuah tantangan maupun masalah. Perbedaan ada bertujuan untuk melengkapi satu sama lain seperti pelangi yang memiliki warna yang berbeda-beda namun tetap bisa terlihat baik ketika dipadukan,” ujarnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memberikan kue Natal kepada Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD Dominikus Savio Tukiyo. Foto: Gabriella Evangeline

Tuai Apresiasi Wali Kota Bogor

Sebelum misa kedua dimulai, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto beserta jajaran Muspida hadir untuk memantau perayaan malam Natal di Gereja Katedral. Ia datang untuk menyapa seluruh umat dan memberikan kado Natal berupa kue seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Shalom! Saya hadir di sini ingin berterima kasih, karena anda sekalian telah berperan serta dalam berbagai pembangunan dan program di Kota Bogor. Merawat kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta membantu mewujudkan berbagai program secara khusus di bidang lingkungan hidup,” pungkasnya.

Natal selalu sederhana, hanya tentang anak bernama Yesus yang lahir di kandang domba. Tetapi dalam kesederhanannya terdapat kisah panjang karya penyelamatan umat manusia hingga hari ini. Selamat Natal!

(Agnes Marilyn/AJ)

Leave a Reply

Top