Anda di sini
Beranda > Artikel > Mau & Mampu Atas Perintah-Nya

Mau & Mampu Atas Perintah-Nya

Loading

Alkisah seorang calon Manager Pemasaran  usia muda , merasa suatu berkat dari Tuhan karena mendapat panggilan dan langsung masuk kerja, setelah seminggu yang lalu hanya sekali  wawancara. Karyawan tersebut merasa aneh dan kurang percaya diri saat wawancara,  karena merasa belum  mampu menjawab seluruh pertanyaan HR Manager pada waktu itu. Apa yang menjadi faktor penentu keberhasilannya?

Dengarkanlah Dia

Sejenak kita mencoba mengenang peristiwa Yesus dan muridNya menuju Gunung Tabor untuk berdoa (Luk 9: 28-36), dan sesaat kemudian muncul 2 orang dari langit berpakaian putih mengkilat, yakni Nabi Musa dan Nabi Elia. Maka ke 3 nya memberikan kesan pakaian berwarna putih menyilaukan.  Keduanya bercakap dengan Yesus, dalam rangka penggenapan karyaNYA ke Yerusalem. Saat itu ke 3 murid yang menyertaiNYA (Petrus, Yohanes dan Yakobus) tertidur, dan terbangun saat ke 2 Nabi tersebut menghilang dari pandangan, terkejutlah mereka. Segeralah Petrus menghampiri Yesus yang masih berdiri dan memberikan ide untuk mendirikan 3 kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Nabi Musa dan satu untuk Elia. Namun segera ada awan putih tebal menyelimuti mereka, serta segera ada suara “Dengarkanlah Dia”. Maka Yesus mengajak mereka ber tiga untuk turun kembali dan melanjutkan karya pelayananNYA.

Implementasi

Suatu perintah “Dengarkanlah Dia” memberikan dorongan kita yang bekerja pada suatu perusahaan maupun pemilik perusahaan untuk bertindak sebagai pelayan, bukan untuk dilayani. Tidak mudah untuk selalu mempunyai mindset senantiasa sebagai pelayan dan melakukannya dengan kerendahan hati. Sebagaimana Ia pernah mengatakan, Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Hal ini yang juga dicontohkan Paus Fransiskus telah membasuh kaki pada perayaan Kamis Putih tanggal 25 Maret 2016,  pada sejumlah pada anak muda dari rumah pemasyarakatan di Roma, selain juga dengan seorang wanita, dan beberapa orang Muslim.

Paus memberikan keteladanan seyogyanya kita melayani dengan segenap hati pada akar rumput. Sebagaimana Gubernur Ahok melakukan langkah revolusioner membawa PNS di DKI yang setia melayani warganya, secara tulus tidak mempunyai tuntutan timbal balik atau pamrih

Perilaku Pelayan

Pada kasus Manager muda di atas, telusur punya telusur, akhirnya HR Manager buka rahasia kenapa ia menerima Manager Pemasaran  dengan penampilan sederhana. Bahwa ternyata calon Manager tersebut terekam CCTV saat ia mengambil tissue yang tergeletak di lantai lobi  perusahaan. Dan kejadian itu menjadi sorotan pengamatan sang bigboss, maka ia mendapat poin positif sebagai kandidat pegawai yang berperilaku baik dan benar serta mendapat kesempatan sebagai Manager Pemasaran. Perusahaan ini ternyata telah meng-implementasikan konsep first who then what , yang ditulis oleh James Collins tahun 2002, pada bukunya yang mendapat predikat best seller, Good to Great. Bahwa perusahaan mengutamakan perilaku karyawan yang baik dan benar sebagai pelayan. Dan resep yang dikemukan oleh Manager baru tersebut, hanyalah mau mendengarkan suara hati, yang tidak lain suara Tuhan sendiri, bahwa menjadilah pelayan yang membuat kenyamanan sekitar. Semoga dalam bulan Rosario ini kita semua, Senantiasa berani mau dan mampu melaksanakan perintahNYA .

(Michael Indra W)

Leave a Reply

Top