Anda di sini
Beranda > Kabar Terkini > Monsinyur Tri Harsono: Kami Mohon Maaf

Monsinyur Tri Harsono: Kami Mohon Maaf

[BOGOR] Puluhan imam Keuskupan Bogor tampak berarak memasuki Gereja Katedral Bogor, Selasa (31/3). Misa Minyak yang dilakukan sebelum menyambut Tri Hari Suci Paskah itu dipimpin oleh Administrator Apostolik Mgr Christophorus Tri Harsono. Beliau didampingi konselebran RP Daniel K. Nahak OFM, RP Joseph Krisostomus CSE, RD Paulus Haruna, dan RD Dionnysius Manopo.

Kala momen itu, Monsinyur Tri berbagi beberapa refleksi penting. Menjelang akhir homilinya, ia juga menuturkan, “Saya minta maaf kalau ada kata-kata dan perbuatan dari imam-imam, ada arogansi, yang tidak memberi teladan. Sungguh, saya pribadi, juga para imam, mohon dimaafkan.”

Ia mengatakan, sangat penting untuk mengingat tujuan utama dari segala karya pelayanan. “Bukan untuk kebesaran kita sendiri, tapi untuk pewartaan Kerajaan Allah,” tegas Administrator Apostolik Keuskupan Bogor tersebut. Hal ini yang, sayangnya, terkadang luput dalam perjalanan—tidak hanya dalam karya pelayanan imam, tetapi juga umat awam.

Loyalitas utama harus tertuju kepada Tuhan. Lalu pada pemimpin, dan berikutnya kepada umat. “Pun saat ada umat yang meminta pertolongan, jangan dialihkan ke Tuhan. Jangan hanya bilang, ‘Ya, dibawa ke doa saja’,” singgungnya. Sebagai kaki tangan Tuhan, imam sejatinya diharapkan untuk hadir. Untuk membantu umat dengan cara-cara kreatif, dan tidak terkungkung oleh cara dan pandangan lama saja.

Sangat wajar jika imam, dalam perjalanan, menjumpai masa-masa kesulitan hingga kejatuhan. “Kita ini memang tidak mampu. Kita semua rapuh,” tekannya. Uskup Purwokerto tersebut mengaku, ia sendiri pernah merasa enggan menjadi uskup.

“Menakutkan. Tapi kemudian saya bicara dengan Kardinal. Dia berkata pada saya, ‘Jangan takut, rahmat tahbisan memampukanmu’,” ceritanya.

Mgr Tri Harsono memberkati minyak suci yang akan digunakan di paroki-paroki se-Keuskupan Bogor selama 1 tahun ke depan. Foto: Fransiska R Cecillia

Menjaga Kemurnian

Monsinyur Tri berpesan agar para imam, sebagai gembala para umat, juga senantiasa menjaga kesahajaan. Tidak sombong, tidak membanggakan diri atau umat yang dipimpinnya.

Menjaga kekudusan juga tak kalah penting. Monsinyur Tri mewanti-wanti, “Kalau sudah mulai nggak taat, pasti ada urusan dengan kemurnian. Pasti ada urusannya dengan uang, atau harta benda. Kalau sudah begitu, biasanya tidak taat nanti dengan atasan.”

Imam membutuhkan sesama imam. Imam membutuhkan pemimpin. Dan imam membutuhkan umat. Maka, dalam karya pelayanan, sangat krusial untuk tidak merasa berbangga diri dan merasa mampu berjalan sendiri. “Orang baik adalah orang yang bisa menangkap kebaikan di luar dirinya. Jangan saling menjatuhkan,” tandasnya.

Menutup homilinya, Monsinyur Tri mengajak para umat untuk menjaga persaudaraan. “Mari saling jaga, saling menghormati. Tidak ada apa pun yang membelah. Tidak pilih-pilih juga. Kita sekandung di dalam Kristus Yesus,” pungkasnya.

Pada akhirnya, tidak ada gembala dan umat yang benar-benar sempurna. Namun setidaknya, ketika ada kehendak untuk sama-sama mengarahkan hati demi kebesaran-Nya, juga upaya menuju pertobatan, niscaya Tuhan hadir dan menguatkan.

Menjelang Tri Hari Suci, Keuskupan Bogor secara rutin menyelenggarakan Misa Krisma yang menjadi momen penting bagi para imam untuk memperbarui janji tahbisan mereka. Dalam perayaan ini, hampir seluruh imam dari Keuskupan Bogor berkumpul untuk memberkati minyak krisma, minyak katekumen, dan minyak pengurapan orang sakit yang nantinya akan digunakan di berbagai paroki sepanjang tahun.

Oleum Catecumenorum atau Minyak Katekumenat yang digunakan untuk memberkati calon katekumenat. Sacrum Crisma atau Minyak Krisma yang digunakan untuk berbagai tahbisan imam, pengudusan gereja, pengudusan altar, dan liturgi lainnya. Oleum Infirmorum atau minyak orang sakit untuk melakukan pengurapan pada orang sakit.

Penulis: Celine Anastasya | Editor: Aloisius Johnsis

 

 

16 thoughts on “Monsinyur Tri Harsono: Kami Mohon Maaf

  1. kesalahan dimaafkan Mgr. tapi tindakan salah harus ada konsekuensi yg perlu dilakukan sbg rekonsiliasi, dan penjelasan kepada umat.

  2. Sudah terbukti tidak taat sm atasan (Mgr Paskalis ) ya karena uang (RS.MisiLebak) 😭😭😭

  3. Trimk untk homili Nya Mgr.
    Tdk berhenti hanya didoakan tapi juga di tindak lanjutkan setiap keluhan dan permasalaha yang dihadapi umat ,gereja kita bersama disini Karya Allah turut bekerja .nyata dan bukan hanya angin surga..Berkah dalem gusti.Amin.

  4. Mana itu si Natett dan guntur pembanggkang..kirim sj mereka ke Iran biar dihabisi .oleh IDF…

  5. Para imam,harus kembali ke awal tugas utama,sebagai gembala,gembala yg baik dan benar,tidak pilih kasih dalam melayani umat,terutama harus lebih perhatian kepada umat kecil,miskin,gak punya pengaruh dalam kegiatan gereja,lebih dekat ke kaum miskin,ke anak anak dengan kasih teladan yg baik,dan jadi sosok yg diidolakan,sehingga menumbuhkan benih panggilan,karena ada yg diidolakan,kebanyakan skr para imam hanya bergaul dan menyapa pada orang yg dekat,kaya saja,hendaknya ada perhatian kepada umat,misal habis misa menyapa umat,bukan langsung menghilang masuk pastoran,jadilah contoh buat-umat dengan prilaku yg penuh kasih.

  6. Sedih bangets dengar berita pengunduran yg mulia mgr.paskalis mungkin ini jalan terbaik buat keselamatan jiwa beliau
    WUATAB
    my bishop paskalis

  7. Mgr di Gereja di bawah Keuskupan Bogor dikit2 uang dikit2 uang misal contoh amplop APP sudah ditagih sebelum masa adven selesai masa prapaskah selesai dan amplop tsb mengajarkan harus diisi dgn lembaran uang berwarna biru atau merah dan dalam hal ini tidak ada penekanan hidup sederhana dgn menabung di amplop tsb dgn uang recehan dan dikumpulkan pada saat hari raya natal atau paskah. Dan ada paroki setelah dibangun gereja baru kursi umat yg msh bagus dan layak eh harus segera diganti dgn membebani keuangan umat. Syukur gedung gereja berdiri walaupun IMB tidak terbit. Dikit2 uang dan pengurus2 Gerejanya semuanya mau menunjukkan siapa diri saya bukan menunjukkan kami melayani dgn semangat kerendahan hati dan semangat Kristus persaudaraan. Tlg jadi catatan bagi para Imam dan Pejabat Keuskupan Bogor

  8. Yang Mulia Mgr Tri, terima kasih telah menjawab dugaan-dugaan kami tentang mundurnya Uskup kami Paskalis.

  9. Para imam Kebo harus belajar untuk jadi fasilitator yang baik dan lay agency …. Ajak umat untuk bersama melayani khusus kepada orang miskin dan sakit. Banyak imam Bogor hedon. Saat meeting dengan umat perentang sambil merokok depan umat. Padahal itu uang kolekte dari umat miskin. Itu arogansi Mr Tri. Ajarkan imam anda tentang kemanusiaan dan adab etikabiliti yang benar. Kristus mati di salib., Imam kebo guntur sok ngomong ketaatan buta kepada Mgr Paskalis … mencla-mencle…. Mudah-mudahan anda Mr Tri bisa buat imam2 kebo taat. Pecat Imam2 yg pake senioritas …. Itu iblis. Sombong dan gak rendah hati.

  10. Prihatin dengan pengunduran diri Bpk uskup Paskalis. Para klerus gak boleh saling menjatuhkan.

  11. Semoga gerombolan imam pengkhianat yang nama mereka sudah banyak beredar di medsos ditertibkan, benar-benar kelakuan iblis berjubah imam Projo yang terus profokasi menggunakan orang awam yang sudah tua bangka untuk menyebarkan hoax dan mengasudomba umat… benar -benar sontoloyo

Leave a Reply

Top