Anda di sini
Beranda > Seputar Paroki > Monsinyur Paskalis: Momen Paskah, Belajar Mencintai Ibu Pertiwi

Monsinyur Paskalis: Momen Paskah, Belajar Mencintai Ibu Pertiwi

[KATEDRAL] Perayaan Sabtu Suci di Gereja BMV Katedral Bogor berlangsung meriah. Melalui refleksi Paskah, Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengajak seluruh umat untuk menjadi manusia baru yang peduli terhadap sesama dan alam ciptaan. “Momen Paskah ini hendaknya dapat menjadi cara kita untuk lebih mencintai Ibu Pertiwi,” katanya, Sabtu (20/4) malam.

Ribuan umat hadir untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus yang dimaknai dalam Sabtu Suci atau Vigili Paskah. Gereja Katedral menggelar misa 2 kali, misa pertama pukul 17.30 WIB dipimpin oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dengan konselebran RD Marselinus Wisnu Wardhana dan RD Jeremias Uskono. Sedangkan misa kedua digelar pukul 21.30 WIB dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna dengan konselebran RD Mikail Endro Susanto dan RD Alfonsus Sutarno.

Setelah melalui Pemilu serentak Rabu lalu, Monsinyur Paskalis mengajak seluruh umat untuk memaknai Paskah dengan belajar mencintai Ibu Pertiwi. “Mencintai Ibu Pertiwi juga berarti mencintai alam ciptaan Tuhan. Caranya bisa dari hal-hal yang sederhana. Jangan gunakan plastik sekali pakai untuk minum atau berbelanja di pusat perbelanjaan. Jangan juga membuang sampah sembarangan karena itu melukai Ibu Pertiwi,” tegasnya.

Bapa Uskup bercerita tentang hewan-hewan laut yang mati karena makan sampah plastik. Kabar ini memang sempat viral beberapa waktu lalu. “Yang membuat mereka mati adalah sampah kita. Memaknai Paskah adalah menjadi manusia baru yang membawa dan menciptakan hal-hal baik untuk sekitar kita. Mulailah dari hal-hal yang sederhana,” ajak Monsinyur Paskalis.

Ribuan umat menghadiri perayaan Sabtu Suci di Gereja BMV Katedral Bogor. Foto: Aloisius Johnsis

Mengisi Paskah dengan Kepedulian

Pada Misa kedua, Romo Haruna bertanya kepada umat, “Sudahkah kita memaknai Paskah dengan baik? Hal-hal apa saja yang kita kubur seiring dengan kebangkitan Yesus?”

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Paskah tentu akan lebih bermakna jika diisi dengan kepedulian. “Seperti yang telah saya katakan beberapa waktu yang lalu. Seiring dengan kebangkitan Yesus, seharusnya kita mengubur dalam-dalam sikap negatif dan ego yang kita miliki. Sikap tersebut harusnya diganti dengan kepedulian terhadap sekitar. Paskah akan menjadi lebih bermakna jika diisi dengan kepedulian,” pungkasnya.

Sementara itu, perayaan Malam Paskah Kapel Regina Pacis, dimulai pukul 18.00 WIB. Sekitar 2.000 umat hadir dalam perayaan yang dipimpin oleh Vikaris Judisial Keuskupan Bogor RD Yohanes Driyanto. Romo Dri sapaan akrabnya, meneguhkan iman umat dengan mengatakan bahwa kematian Yesus bukanlah akhir. “Melalui kematian, Yesus menunjukkan bahwa kita akan masuk ke dalam kehidupan baru yang mulia dan kekal. Untuk itu hendaknya kita senantiasa mengabarkan kabar gembira dan sukacita kepada sekitar kita di mana pun kita berada,” jelasnya.

Pada perayaan Sabtu Suci ini, dilakukan pembaruan janji baptis dan pembaptisan. Di Paroki Katedral sendiri sebanyak 15 orang dibaptis dan 5 orang diterima dalam Gereja. Perayaan kedua berakhir sekitar pukul 12 malam. Sabtu Suci diakhiri dengan saling mengucapkan Selamat Paskah.

Semoga melalui Paskah ini umat Katolik tidak hanya menjadi penikmat karya-karya baik, tetapi juga ambil bagian dan menjadi pencipta karya-karya baik.

(Audrey Aprilia/Theonaldo Vincentius/Yongky Suikhiong/AJ)

Leave a Reply

Top