Anda di sini
Beranda > Kategorial > Misa Orang Sakit dan Lansia: Memikul Salib Bersama Kristus

Misa Orang Sakit dan Lansia: Memikul Salib Bersama Kristus

Dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia ke-28, Gereja BMV Katedral kembali menggelar misa khusus orang sakit dan lansia, Sabtu (7/3). Misa ini dihadiri sekitar 500 orang sakit dan lansia dimulai pukul 10.00 WIB. Melalui perayaan ini, gereja ingin menunjukan bahwa sakit bukanlah sebuah hukuman, melainkan ajakan Kristus untuk memikul Salib bersama-Nya.

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dengan konselebran RD Yustinus Monang, RD Marselinus Wisnu Wardhana, RD Mikail Endro Susanto, RD Paulus Piter, RD Dominikus Savio Tukiyo, RD Ignasius Wagut, dan RD Pramudianto.

“Misa pada pagi ini dilakukan sebagai bentuk usaha untuk memperhatikan orang yang menderita, seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus,” ungkap Bapa Uskup.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini ada sesuatu yang berbeda, yaitu hadirnya penterjemah bahasa isyarat yang membantu para disabilitas khususnya tunarungu untuk lebih memahami pesan dan makna dari perayaan ekaristi. 

Dalam homilinya Mgr. Paskalis Bruno Syukur menegaskan untuk jangan sampai terlarut-larut dalam penderitaan. “Yesus pernah berkata, barang siapa ingin mengikuti jalan-Ku pikul-lah salibmu setiap hari. Meskipun salib itu dapat berupa penderitaan, penyakit, dan keresahan, tetapi kalau kita memikul salib bersama dengan Kristus artinya penderitaan dan segala kesulitan itu dapat kita atasi,” paparnya.

“Penyakit-penyakit ini harus kita hadapi dengan kesetiaan untuk saling meneguhkan dan menolong. Yesus hadir ke dunia ini untuk menolong kita, meneguhkan kita bahwa kita bisa selamat dan mengalami kesejahteraan hidup,” lanjutnya.

Setelah Homili, Bapa Uskup dan para imam melanjutkan perayaan ekaristi dengan sakramen pengurapan orang sakit yang ditandai dengan pemberian minyak di kepala dan tangan.

(Leonardus Evan/AJ)

Leave a Reply

Top