Kubur Kosong, Yesus Bangkit Kabar Terkini Seputar Paroki 7 April, 20267 April, 2026 [KATEDRAL] Paskah ini, umat Katolik kembali diingatkan: Dia telah bangkit, seperti yang difirmankan-Nya. Alleluia! Pada Minggu Paskah (5/4) yang penuh berkat, Gereja BMV Katedral merayakan kemenangan Kristus dari maut bersama Sekami Anak dan Remaja dalam perayaan Misa Paskah Anak. Anak-anak yang sudah mandiri (tanpa memerlukan pendampingan orang tua) mengisi area dalam Gereja Katedral, tetapi tetap didampingi oleh kakak-kakak dari Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI). Terlihat mereka diliputi antusiasme dan sukacita, siap menyambut Kristus yang menjadi pengingat betapa besarnya kasih Tuhan. Misa dipimpin oleh RD Alfonsus Sombolinggi dan konselebran RP Sebastianus Paulus CSE. Mengawali misa, ia menyapa anak-anak, “Selamat Paskah, alleluia!” Pada homilinya Romo Sombo berbicara tentang murid-murid Yesus yang berlarian menuju kubur-Nya yang telah kosong. Melalui refleksi singkat, ia mengajak anak-anak merenungi makna kehilangan. “Apa perasaan kalian saat kehilangan sesuatu?” tanyanya. Sontak anak-anak menjawab “sedih”, “kesal”, hingga “kecewa”. Namun di luar itu, Romo mengingatkan anak-anak bahwa kubur kosong bukan berarti Yesus hilang. Ada makna lebih dalam yang terkandung di dalam peristiwa itu, yakni Yesus yang bangkit. Yesus menang atas dosa dan kematian. Peristiwa ini menjadi sebuah tanda: sabda Yesus telah digenapi. Kebangkitan itu adalah sumber harapan bagi seluruh orang yang mengimani-Nya. Mengakhiri homilinya, Romo Sombo mengajak anak-anak agar bangga menjadi anak Tuhan Yesus, dan seorang Katolik. Pada misa itu, ia juga mengajak anak-anak merayakan sukacita Paskah dengan lebih meriah. Pastor Vikaris BMV Katedral itu menantang para anak untuk maju ke depan dan menyanyikan lagu “Ku Menang Ku Menang”. Anak-anak yang berani menyanyikan lagu tersebut akan mendapat bingkisan. Antusiasme pun seketika tak terbendung dari anak-anak. Mereka menjawab dengan seru-seruan, berdesakan untuk maju ke depan memenuhi area depan altar. Lagu itu tak hanya menjadi lagu biasa semata, tetapi menjadi ungkapan iman—bahwa melalui kebangkitan-Nya, Yesus Kristus membawa kemenangan bagi seluruh umat manusia atas dosa dan maut. Tak berhenti sampai di situ, didampingi oleh Fr Giovanni Christian, Fr Stanislaus Patrick dan Fr Nobertus Rio Chandra, anak-anak diajak menyanyikan satu lagu lagi. Mereka melantunkan “Aku Bangga Menjadi Anak Katolik” dengan penuh semangat. Momen sukacita semakin terasa ketika anak-anak diperciki air suci, sebagai simbol pembaruan iman baptisan. Beberapa tampak tertawa karena terkena percikan air, berteriak semangat, dan mengangkat-angkat tangan. Dalam keceriaan itu, semakin pekat terasa kemenangan pada momen Paskah itu—mengimani Tuhan Yesus telah bangkit dan membawa penebusan bagi seluruh umat. Selamat hari raya Paskah! Semoga kebangkitan Kristus menghidupkan nyala iman dalam hati, juga membawa harapan baru dan cinta. Mari bersukacita bersama Sang Pemenang dan semakin mewujudnyatakan iman kita. Penulis: Mellisa Octav Mariana | Editor: Celine Anastasya