[BREAKING NEWS] Puluhan imam Keuskupan Bogor berkumpul di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor lantai 4, Senin (19/1). Dalam ibadat sore itu, Monsinyur Paskalis Bruno Syukur OFM mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari posisi uskup Bogor.
Pengunduran dirinya ini telah melewati berbagai pertimbangan, juga diambil dengan jiwa yang penuh syukur. “Gereja adalah milik Kristus, dan kita semua hanyalah hamba yang mencoba melakukan tugas kita. Pengunduran diri saya, yang telah diterima oleh Bapa Suci, saya maknai sebagai sebuah pengalaman mistik yang luar biasa,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Monsinyur Paskalis berbagi beberapa refleksinya atas permasalahan yang, beberapa waktu lalu, dikaitkan kepadanya sebagai pribadi maupun sebagai uskup diosesan. Bapa Suci sendiri telah mengirimkan Visitator Apostolik untuk mendalami dugaan-dugaan kepada Keuskupan Bogor. Hasilnya berakhir positif, yang berarti bahwa dugaan negatif tersebut tidaklah benar.
Monsinyur Paskalis, yang sore itu mengenakan jubah ordo Fransiskannya, mengatakan, “Mengenai pengunduran diri saya sebagai uskup, memang ada tekanan dan situasi sulit yang melingkupi. Namun, saya memilih untuk tidak melihatnya sebagai kekalahan manusiawi dan duniawi. Bukan mundur karena bersalah, tapi karena saya mengasihi persatuan Gereja,” tuturnya.
Monsinyur Christophorus Tri Harsono, yang ditunjuk oleh Bapa Suci sebagai Administrator Apostolik bagi Keuskupan Bogor, juga tampak hadir pada ibadat tersebut.
Pada akhirnya, jabatan dan gelar baginya hanyalah titipan yang bersifat sementara. Monsinyur Paskalis berkata, ia teringat akan momen suci dalam hidup Santo Fransiskus Asisi. “Ia (Santo Fransiskus Asisi) dengan penuh keberanian menanggalkan jubah dunianya untuk melepaskan segala keterikatan duniawi, demi hanya memiliki Allah sebagai Bapanya,” ucap Monsinyur Paskalis.
Hari ini, Monsinyur Paskalis melakukan hal yang sama. Ia menanggalkan jubah jabatannya bukan dengan rasa kehilangan, melainkan dengan kemerdekaan batin. Seperti Fransiskus, ia hendak mengatakan bahwa mulai saat ini, ia dapat berkata dengan lebih murni: “Bapa kami yang ada di surga,” karena hanya kepada-Nyalah Monsinyur Paskalis bersandar sepenuhnya.
Kepada seluruh umat, Monsinyur Paskalis berpesan agar tetaplah setia pada Gereja. “Bukan pada sosok manusia, tetapi pada Kristus Sang Kepala,” imbuhnya.
Terima kasih, Monsinyur Paskalis, untuk setiap karya pelayanan di Keuskupan Bogor.
Penulis: Celine Anastasya | Editor: Aloisius Johnsis
Mengapa Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengundurkan diri?
Kata St. Fransiskus: “Kita belum berbuat apa-apa, mari kita mulai sekali lagi” Semoga Mgr. Paskalis berbuat lebih lagi dalam pelayanannya. Tuhan selalu memberkati
Saya membaca artikel ini bahwa ada tekanan dan situasi sulit yang melingkupi. Menurut saya, itulah tantangan yang mesti dihadapi, ditempuh dengan tongkat Gembala…
Namun sangat disayangkan Mgr memilih mundur dengan kata” Kiasan yang tak sesuai zaman. Zaman semakin keras, kita perlu GEMBALA yang bijak, lemah lembut, namun tegas.
Karna terlalu banyak masalah keuangan dalam pastoral. Ia muak dengan keadaan yang adanya oknum yang ego memanfaatkan uang umat.
Saya sangat kaget, kecewa, sedih dengan berita ini.
Mgr Paskalis Bruno Syukur adalah seorang Mgr yg sabar, ramah, simpati rendah hati, bijaksana dan mau mengerti /memahami umatnnya. Semoga keputusan ini bisa ditinjau lagi.
Saya kenal beliau sejak Sana2 di Seminari Menengah.. Sebagai seorang sahabat boleh saya katakan beliau adalah sahabat yang baik dan cenderung kudus.. Lebih banyak senyum ramah sopan santun sapa salam makanya saya kaget setengah mati kalau beliau benar-benar mengundurkan diri.
Me.mang ada pemberitaan negatif apa? Nulis berita koq setengah2. Akhirnya umat bikin asumsi sendiri loh
Gak etis semua diberitakan tanpa ada bukti. Bapa Uskup orang yg baik hati, ramah, rendah hati dan sabar. Krn banyak tekanan dari orang² sekitarnya yang kadang meremehkan kebaikannya. Semoga tidak perlu berasumsi bebas, kak Stefie. Bapa Uskup sudah mempunyai keputusan utk dirinya dan Tuhan saja. Didoakan agar langkah selanjut Bapa Emeritus Uskup dapat menjalankan tugas sebagai Fransiskan sesuai dengan kehendakNya. Amin
Pergi ke rumah keuskupan pak supaya tau informasinya yang lebih jelas…. Jawaban pasti ada di sana. Apa yang ditulis media sesuai pembicaraan Mgr saat membacakan surat pengunduran dirinya…..
Ini Mgr Orang Manggarai Flores yang kedua dikeuskupan yang sama ditekan untuk mengundurkan diri, Sebuah pertanyaan besar untuk Gereja Indonesia, apakah Jabatan Uskup di Tanga Jawa hanya untuk Suku tertentu saja?
Saya tidak tertarik dengan isi “petisi” yang berhiaskan bahasa bahasa langit. Saya cuma heran,.ketika ada masalah dalam hirarki dalam gereja, mengapa harus menarik umat ke dalam pusaran konflik?
Sungguh kampungan dan tidak bertanggung jawab. (Saya asumsikan petisi dijital benar, termasuk yang “menandatangani” nya.
Ambil positinya saja. Mgr Paskalis Bruno diangkat jadi Kardinal, semoga saja. Itu doa saya malam ini khusus untuk beliau.
Semoga Beliau di angkat kembali menjadi Kardinal.
Tuhan Maha bijaksana, semoga Mgr.Paskalis Bruno Syukur, OFM senantiasa mjd teladan hati penuh bijaksana dalam segala keputusan, terus berkarya dalam penggembalaan umat setia menuju pada kehendak yang Ilahi,,salam pelayanan Tuhan Sang pemilik hidup sejati
Lha memang sudah jadi kardinal.
Beliau adalah kardinal ke-4 yg ada di indonesia.
Mgr Paskalis beliau orang yang baik banget rendah hati dan banyak senyum selalu menyapa dombanya
Semoga beliau selalu dalam bimbingan dan lindungan Tuhan Yesus
Semoga Tuhan Yesus selalu melindungi, mendampingi dan memberkati Mgr. Paskalis Bruno Syukur, dimanapun Mgr.Paskalis berkarya
Keputusan terbaik mundur dari Kardinal, lalu mundur dari Uskup yang disetujui Paus. Semoga sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan kehendak dunia. Kitapun boleh belajar dari kisah Yusuf bin Yakub, atau Daniel, atau Daud atau Stefanus atau Ayub
*”Tekanan dan situasi sulit yg melingkupi”* hhmm…apakah itu? Dulu waktu sy sekokah di seminari memang ada2 saja “persaingan.” Tapi dgn menanggalkan yg bersifat dunia dan lebih bersandar pada Allah, itu lebih “murni.” Wow..
Bapak Uskup Paskalis Bruno Syukur OFM..adalah milik Tuhan..sebagai seorang Fransiskan sejati ada saat dimana jabatan bisa ditanggalkan demi Kemuliaan Tuhan yang lebih besar…kami atas nama Yayasan Kodrat YPAB PD YA.dan anak anak Maria Sukatani .menyampaikan syukur dan terimakasih atas kebaiksnnya dan atas kepemimpinannya selama menjadi Bapak Uskup Bogor.
Wir bedanken uns herzlich fuer all die Guete und den Segen Gottes de n er durch die Haende des Bischofs Bruno den Kindern Marias zuþteilwerden liess.eir werden Ihre Guete. immer in Errinerung behalten.Alles Gute und Gottes segen.
Seperti lingkungan sekitar altar gereja, hanya milikmu Romo Diakon & pembantu lainnya….umat cukup melongo; melihat dan mendengar saja.
Beliau adalah sahabat saya sejak seminari menengah pribadi yang tekun berdoa , cerdas , ramah, rendah hati . Saya kaget ketika beliau mengundurkan diri dari jabatan uskup .
Keputusan Mgr Pascalis untuk mengundurkan diri tentu sudah melalui perenungan yg mendalam. Jangan menggunakan pikiran manusia semata yg sangat sangat terbatas untuk menyikapi ini. Semoga BPK Mgr Pascalis tetap baik baik saja, gereja dan umat juga tetap baik baik saja sembari mendengarkan suara Tuhan dan rencana Tuhan dengan hati dan pikiran yg jernih. Tuhan menyertai kita
Baru kali ini gereja ada petisi segala. Siapa yg jadi provokatornya. Kebangeten tenan sampai ada yg harus mengalah mengundurkan diri.
Komennya keren – keren. Tapi ini bahasa manusia. Bagaimana jika bahasa Roh Kudus ?
🙏🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️
tidak semua harus ada jawabannya bagi manusia….seperti air mengalir kemanapun dikehendaki Tuhan tanpa pertanyaan dan keluhan.
Apapun itu semoga menjadi kebaikan & kebahagiaan bagi Bapa Uskuo maupun banyak orang.
Salam bahagia dan sehat selalu bapak Mgr Ameritus Bruno Sukur
Tuhan Yesus dan bunda Maria mendoakan selalu
Amin
. Teruslah mengabdi Mgr Paskalis sebagai Imam dan Fransiskan, di manapun berada,
Itulah Gereja….
Banyak hal yg memang harus digeluti…. Gereja itu adalah kita, baik awam maupun kaum tertahbis. Untuk kemunduran Mgr Paskalis, yah bagi sy beliau sdh menimbang dengan matang dan bijak. Harapan sy setelah ini adalah, perlu perbaikan kolegialitas di antara para imam diosesan jawa di Bogor dan komunitas suster SFS….. Harap lebih introspeksi diri dan BERTOBAT dari KERAKUSAN HIDUP…….!!!
Di dalam tulisan refleksi 2Romo ada terbaca kalimat “berdasarkan hati nurani.”
Bukannya suara Roh Kudus berbisik halus lewat Hati Nurani yah?, ini jaman sosmed, jaman distractions, membuat pikiran kita mudah sekali terjadi “deceptions” ~ “tersusupi” … sekarang kita meyakini a, mungkin sejam lalu kita masih meyakini b, nah disini perlunya Discerning… Pengalaman pribadi dan masih terus berjuang disiplin menjadi Maria melawan kecenderungan daging yg maunya menjadi Marta.
Jangan2, mungkin, pikiran dan ego, bukan bisikan halus “Hari Nurani”. Yah sudahlah, seyumin saja, dari buah2nya kita akan melihat kebenarannya.
Mengenang yg indah2:
Perjumpaan perdana dgn Mgr. Paskalis adalah di pleno serah terima DPKB lama yg dibentuk Mgr. Cosmas Angkur, OFM, setiap koordinator Bidang diminta mengutarakan pendapatnya, untuk masukan DPKB baru, saya Koord Bidang Koinonia (persekutuan), saat itu 2014.
Saya pernah membeli buku berjudul Discermen eh ternyata di sadur/ditulis oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. bekal hidup saya kedepan. Bersyukur ada ttd beliau dibuku saya itu. Bukan saru kebetulan saya ingat buku Discermen itu.
Berjalan bersama beliau di Camp Pria Sejati Katolik (Romo Moderator Johanes Maria Ridwan Amo) dan banyak perjumpaan pada event Paroki dan Keuskupan … beberapa hal yg saya belajar dari beliau.
1. Rendah hati (mengutip komentar teman2 yg pernah berinteraksi dgn beliau)
2. Smile (senyum selalu)
3. Berani/Brave (walau harus kadang keputusan terlihat trial and error), diakhir-akhir jabatan sebagai sekretaris Paroki, beberapa kali saya menyaksikan keputusan yg diambil Mgr. Paskalis.
Salam Andreas PFR