Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Yesus, Cahaya yang Tak Pernah Padam

Yesus, Cahaya yang Tak Pernah Padam

[KATEDRAL] Perayaan Natal adalah bukti kegelapan tidak akan pernah menang selama umat Kristiani memiliki Terang Dunia di dalam hati. ​“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12) Kelahiran Yesus menjadi momen di mana “terang yang sejati” itu turun ke bumi untuk menghalau kegelapan dosa.

Misa Natal anak (25/12) Kamis pagi menjelang siang dimulai pukul 11.00 WIB, dipimpin oleh Sekretaris Keuskupan Bogor RD Marselinus Wisnu Wardhana. Misa berjalan dengan hikmat dan penuh sukacita. Saat homili, Romo Marsel melakukan tradisi yang biasa dilakukan setiap misa anak: mengajak anak-anak untuk maju ke depan dan duduk bersama saat homili. Kali ini, mereka mendengar cerita tentang kelahiran Yesus yang dibawakan oleh Frater Rio Chandra.

Dalam kisah kelahiran yang dikisahkan olehnya, frater tersebut berpesan, Yesus lahir sebagai cahaya abadi. “Hari ini Yesus hadir sebagai terang kita supaya menjadi pembimbing hidup kita. Siapa yang mau dibimbing Yesus? … Maka, hari ini kita diajak untuk bersukacita karena kita sedang merayakan Natal,” tutupnya.

Anak-anak dari Sekami tampil memeriahkan panggung sukacita. Foto. Christiana Nathalie

Panggung Sukacita

Keceriaan tidak berhenti sampai di dalam gereja saja. Setelah perayaan misa selesai, panitia telah menyiapkan acara hiburan bertajuk “Panggung Sukacita” yang digelar di area halaman gereja. Panggung ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kegembiraan Natal mereka.

​Beberapa perwakilan dari Serikat Anak Misioner (Sekami) tampil memukau dengan berbagai pertunjukan kreatif. Tepuk tangan penonton pecah saat adik-adik dari Sekami membawakan tarian Natal yang lincah, disusul dengan persembahan nyanyian pujian yang harmonis dari kakak-kakak remaja.

Sinterklas hadir menarik antusiasme dari anak-anak yang melihat panggung sukacita. Foto. Christiana Nathalie

Penutup yang Manis

​Rangkaian Natal anak di Katedral siang itu ditutup dengan kejutan Santa Claus yang hadir di tengah anak-anak untuk membagikan bingkisan Natal sebagai bentuk syukur. Wajah-wajah gembira terpancar tidak hanya dari anak-anak, tetapi juga dari para orang tua yang mendampingi. Terasa kedamaian Natal menyelimuti hati para umat, baik yang muda maupun tua.

Selamat Natal! Semoga sukacita dan terang-Nya abadi di hati kita.

Penulis: Christiana Nathalie | Editor: Celine Anastasya

Leave a Reply

Top