Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Keuskupan Bogor Miliki Kuria Baru

Keuskupan Bogor Miliki Kuria Baru

[KATEDRAL] Minggu (10/5) malam, kawasan Katedral Bogor diguyur hujan. Meski demikian, panti imam pada misa pukul 19.00 tampak ramai. Perayaan Ekaristi kala itu dipimpin Administrator Apostolik Mgr Christophorus Tri Harsono dan didampingi jajaran kuria baru Keuskupan Bogor.

Membuka homilinya, ia bercerita pengalaman pelayanannya selama hampir delapan tahun di Keuskupan Purwokerto. Ia juga menegaskan pentingnya iman akan kehadiran nyata Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi. “Saya yakin, siapa pun imam atau uskup yang memimpin, roti dan anggur yang dikonsekrasi dalam Ekaristi sungguh berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Maka, jangan pilih-pilih imam,” tuturnya.

Ia mengakui, setiap imam pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Namun menurutnya, rahmat tahbisan memungkinkan mereka menghadirkan Kristus secara nyata dalam Ekaristi. “Kita yakini itu sebagai pengikut Yesus. Semua orang beriman yang menerima Kristus diutus oleh Roh Kudus,” imbuhnya.

Monsinyur Tri juga menyinggung sifat-sifat Allah, seperti Mahakuasa, Mahakasih, Maha Pengampun, dan Mahatahu. Dari semua sifat-Nya, kasih menjadi hal yang paling dapat diwujudkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. “Kasih itu berasal dari Bapa, dan kita dapat mengikuti teladan-Nya,” katanya.

Menurutnya, Roh Kudus memampukan umat untuk hidup dalam kebajikan dan tidak merasa “jadi yatim piatu”. Di tengah berbagai penderitaan hidup, Roh Kudus hadir sebagai penghibur. Ia pun mengingatkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik, sebagaimana Yesus yang benar rela wafat demi orang-orang yang tidak benar. Pesan itu sekaligus menjadi harapan Monsinyur Tri bagi kuria baru Keuskupan Bogor, yakni agar mereka mengandalkan kasih dan tuntunan Roh Kudus dalam pelayanan.

“Kasih tidak boleh berhenti pada kata-kata atau wacana semata. Perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dua hal itu harus menjadi satu kesatuan yang nyata.” Monsinyur Tri juga menambahkan, “Kita sudah diberi teladan oleh Roh Kudus. Maka, kita pun harus berjanji untuk hidup lebih baik. Kasih yang diberikan kepada kita, hendaknya juga kita bagikan kepada sesama.”

Dalam kesempatan itu, delapan imam diangkat dan dilantik sebagai kuria Keuskupan Bogor. RD Yohanes Driyanto sebagai Vikaris Jenderal, RD Ignatius Heru Wihardono sebagai Sekretaris Jenderal, RD Andreas Arie Susanto diangkat sebagai Ekonom, RD Lukas Wiganggo sebagai Ekonomat Unit Pengembangan Karya, RD Alfonsus Sombolinggi sebagai Vikaris Judisial, RD Aloysius Tri Harjono sebagai Notarius Tribunal, RD Mikail Endro Susanto sebagai Vikaris Episkopal Kemasyarakatan, serta RD Fabianus Heatubun sebagai Vikaris Episkopal Pendidikan.

Kiranya pelayanan yang dijalankan tidak hanya menjadi tugas administratif semata, melainkan sungguh menjadi panggilan iman yang menghidupkan. Selamat melayani, semoga Tuhan memberkati setiap langkah dan karya pelayanan yang dipercayakan.

Penulis: Celine Anastasya | Editor: Aloisius Johnsis

 

Leave a Reply

Top