Anda di sini
Beranda > Artikel > Bapak E. Goeritno Dalam Kenangan

Bapak E. Goeritno Dalam Kenangan

Meskipun banyak umat Paroki Katedral Bogor tahu Pak Goeritno, tetapi dewasa ini tidak banyak lagi yang kenal Pak Goeritno, maklum mereka yang kenal Pak Goeritno dengan baik kebanyakan adalah para anggota “Generasi Sepuh”. Jumlah anggota generasi ini sekarang semakin tipis seiring dengan dipanggilnya mereka menghadap Sang Pencipta. Sedih, ya? Memang, tetapi siapa yang bisa melawan hukum alam ciptaan yang Mahakuasa?

Pertama kali saya tahu tentang keahlian Pak Goeritno adalah ketika nomor perdana Berita Umat (BU) dibagikan kepada umat Katedral Bogor pada hari minggu pertama bulan Oktober 1967. Saat itu BU hanya terdiri atas dua lembar kertas folio dan distensil. Untuk gambar halaman depan harus dalam bentuk lukisan tangan, tidak bisa berupa foto. Nah, tugas ini diserahkan pada Pak Goeritno yang memang memiliki latar belakang keahlian melukis. Nomor satu sampai nomor empat puluh sembilan BU dihiasi dengan lukisan tangan Pak Goeritno.

Pak Goeritno adalah sosok yang kalem dan selalu kelihatan serius dan kebetulan (atau sengaja) mendapat pasangan hidup yang juga kalem dan pendiam. Kedua sejoli ini selalu terlihat bersama. Di mana ada Pak Goeritno, pasti ada Ibu Goeritno. Begitu pun sebaliknya (kecuali ke kantor, Hehehehehe)

Ketika Gereja Katedral berusia 100 tahun pada tanggal 8 Desember 1996, Pak Goeritno aktif ikut terlibat dalam pembuatan buku kenangan bersama Sdr. Herjanjam yang sekarang ini aktif sebagai pemimpin redaksi Berita Umat. Dalam banyak kegiatan Paroki Pak Goeritno tak pernah absen. Dia selalu dihubungi para pastor paroki untuk dimintai saran-saran, terutama untuk urusan yang berhubungan dengan pemerintahan, saran-sarannya selalu disampaikan dengan cara yang tenang dan tepat.

Pak Goeritno, jasamu akan selalu kami kenang, atas nama umat Paroki Katedral saya ucapkan banyak terima kasih kepada keluarga almarhum atas kerelaan mereka mengizinkan Pak Goeritno mengambil bagian dalam banyak kegiatan Paroki.

Selamat jalan, selamat bertemu dengan Sang Maha Pengasih dan Penyayang. RIP.

(Christine Sobari) Penulis adalah mantan anggota Dewan Redaksi Berita Umat, Komsos Paroki BMV Katedral Bogor.

Leave a Reply

Top