Monsinyur Paskalis: Para Imam Harus Menghidupi Communio Sajian Utama Seputar Paroki 16 April, 2025 [KATEDRAL] Pembaruan janji Imamat mengingatkan para imam untuk siap melaksanakan karya pastoral demi penggembalaan umat dan menjadikannya imam inkardinasi. “Sewaktu ditahbiskan imam diosesan mengikat diri dengan keuskupan dan rekan-rekan sejawatnya, keterikatan bukan hanya sekadar wilayah geografis tetapi juga visi misi keuskupan. Keuskupan punya misi membangun persekutuan communio sehingga janganlah mencari-cari alasan untuk memaafkan diri sendiri apabila tidak menghidupi communio di tingkat pastoral!” tegas Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM saat misa minyak pada Selasa (15/4), pagi. Menjelang Tri Hari Suci, Keuskupan Bogor secara rutin menyelenggarakan Misa Krisma yang menjadi momen penting bagi para imam untuk memperbarui janji tahbisan mereka. Dalam perayaan ini, hampir seluruh imam dari Keuskupan Bogor berkumpul untuk memberkati minyak krisma, minyak katekumen, dan minyak pengurapan orang sakit yang nantinya akan digunakan di berbagai paroki sepanjang tahun. Ratusan umat hadir mengikuti Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Bogor Monsinyur Paskalis Bruno Syukur, Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Yohanes Suparta, dan Vikaris Yudisial Keuskupan Bogor RD Yohanes Driyanto. Banyak Imam Tapi Tidak Cukup Bapa Uskup dalam homilinya mengatakan memang terlihat banyak imam yang datang untuk memperbaharui janji hari ini, tapi tidak cukup banyak untuk pelayanan. “Saudara-saudaraku bangunlah jembatan khususnya dalam konteks pembaharuan janji imamat. Pada injil Yohanes tertulis Allah tidak pernah meninggalkan umatnya dibiarkan tanpa gembala, hari ini janji itu terlaksanakan dalam keuskupan kita”. “Tuhan mengutus para imam dengan tugas yang jelas dan dinamakan hamba Allah. Pelaksanaan hidup dan karya harus berdasarkan roh kudus, bukan roh manusiawi yang mencari keuntungan diri sendiri. Pada injil Yohanes mengatakan kita memang berada di dunia tapi bukan berasal dari dunia, sehingga karya pastoral harus berlandaskan logika injil bukan logika untung rugi dunia. Marilah kita bersama-sama sebagai imam di paroki masing-masing menghidupkan jalan-jalan Tuhan melalui kehadiran, perjumpaan, sapaan kasih, dan bantuan kepada umat,” jelas Uskup Bogor dengan mata yang terarah tegak lurus kepada para imam. Uskup Bogor Monsinyur Paskalis memberikati minyak yang akan digunakan paroki-paroki di Keuskupan Bogor selama setahun ke depan. Foto: Jelsius N.O Mada Wajah Baru Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya wadah minyak yang digunakan tahun ini berbeda dan tertulis di setiap wadah OI, OC, dan SC yang menandakan ketiga jenis minyak. Oleum Catecumenorum atau Minyak Katekumenat yang digunakan untuk memberkati calon katekumenat. Sacrum Crisma atau Minyak Krisma yang digunakan untuk berbagai tahbisan imam, pengudusan gereja, pengudusan altar, dan liturgi lainnya. Oleum Infirmorum atau minyak orang sakit untuk melakukan pengurapan pada orang sakit. Sebelum mengakhiri Perayaan Ekaristi Bapa Uskup menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh imam yang berkarya di Keuskupan Bogor dan taat pada penugasan yang diberikan oleh keuskupan. Bapa Uskup juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mempercayakan para imam Keuskupan Bogor untuk menggembalakan mereka. Ia berharap ke depannya para imam semakin mampu membimbing umat agar tetap setia dalam iman dan menjadi saluran kebaikan Tuhan di tengah dunia. Penulis: Agnes Marilyn | Editor: Aloisius Johnsis