Anda di sini
Beranda > Artikel > Sosok Suster KFS

Sosok Suster KFS

Sebuah refleksi perjalanan oleh Susanto Sundah
Aku kenal seseorang yang baik dan bijaksana. Dia adalah seorang suster dari tarekat Kongregasi Fransiskanes Sambas atau biasa dikenal dengan singkatan KFS. Suster tersebut adalah suster Yustine KFS. Perkenalanku dapat dikatakan tidak direncanakan sebelumnya. Awal perkenalanku dengan suster ini melalui isteriku yang mengenalnya terlebih dahulu dari Gereja atau Stasi Arnoldus, Perumahan Citra Indah City, Cileungsi, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu pertemanan kami menjadi pertemanan yang cukup baik. Beliau adalah Kepala Rumah Panti, Graha Werdha “Marie Joseph”. Rumah panti jompo bagi ibu-ibu lanjut usia (lansia) yang beralamat di Perumahan Citra Indah Jalan Bukit Raya Blok M-05/01, Cileungsi, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16830.

Beliau mengabadikan dirinya bagi para ibu-ibu lansia yang dititipkan para keluarganya. Ia sungguh memperhatikan, mengasihi, peduli tanpa pamrih. Suster yang arif dan bijaksana ini telah menjadi inspirasi bagiku dan mungkin banyak orang. Suster pekerja keras, pantang menyerah, dan tentunya selalu tersenyum bagi orang lain.

Kesabaran, cinta kasih serta kepeduliannya bagi para penghuni Graha Werdha “Marie Joseph” ini, pantas menjadi teladan bagi banyak orang. Kaul kemiskinan, sifat cinta kasih, semangat, dan imannya kepada Yesus Kristus mampu menguatkan karya pelayanannya hidupnya.

Keramahan kepada siapa pun yang ditemuinya terpancar bak senyuman yang menenangkan jiwa. Waktu luangNya dimanfaatkan untuk berkebun seperti menanam tanaman-tanaman, pohon buah, berternak dan kunjungan.

Kegiatan tersebut menjadi penyemangat bagi para penghuni panti untuk merasakan keteduhan, keakraban, dan hiburan melihat anak ayam yang berlarian ke sana ke mari. Hal tersebutlah yang menghidupkan suasana hangat dan kebahagiaan bagi penghuni panti dan para tamu.

Jika aku boleh mengutip beberapa ayat dari kitab suci yakni “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: “Kasihanilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri.” (Markus 12: 30-31) Maka komunitas Graha Werdha ini telah menjalankan hal tersebut.

Mungkin kita dapat belajar bahwa hidup di dunia ini begitu indah, dan tidak layak untuk disia-siakan.

Leave a Reply

Top