Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Monsinyur Tri Harsono: Kuduslah Dahulu Sebelum Menguduskan Orang Lain

Monsinyur Tri Harsono: Kuduslah Dahulu Sebelum Menguduskan Orang Lain

[BOGOR] Kompleks Gereja Katedral BMV dibanjiri umat pada Rabu (28/10). Pagi itu, umat berkumpul untuk menyaksikan dan mendoakan tahbisan presbiterat dan diakonat Keuskupan Bogor. Para frater dan diakon yang ditahbiskan ialah Frater Norbertus Rio Chandra, Frater Paulus Lamro Siregar, Diakon Agustinus Damas Adi, Diakon Agustinus Indra, dan Diakon Theodorus Agung Yogatama.

Administrator Apostolik Christophorus Tri Harsono memimpin Ekaristi tersebut. Sebelum menahbiskan, ia membagi beberapa pesan bagi putra-putra Keuskupan Bogor yang menapaki tugas perutusan baru tersebut. Ia mengakui, calon-calon tertahbis—begitu juga setiap rohaniwan—tidaklah sempurna. “Tentu ada kekurangan dan ‘kebocoran’ tertentu pada diri mereka. Tetapi, niat baik itu senantiasa ada, demi kemuliaan dan Kerajaan Allah,” ucapnya.

Dalam homilinya, ia mengingatkan tentang kenajisan yang mampu menodai keimanan dan panggilan. Dalam kasus calon tertahbis, kenajisan ini dapat berupa kemunafikan dan pengingkaran. “Ketika apa yang dikatakan ke luar dan dipikirkan dalam diri itu berbeda. Atau ketika sudah diberkati di depan umum, sudah disumpah, tetapi kemudian melanggar sumpah dan ingkar janji,” ujarnya.

Selagi masih menjadi titik awal dari perjalanan yang lebih panjang, hari itu, para tertahbis diingatkan agar meninggalkan kenajisan dan mempersatukan dirinya dengan kekuatan Roh Kudus. “Harusnya kudus dulu, baru bisa menguduskan orang lain,” tambahnya.

Dengan rahmat imamat, para tertahbis niscaya mendapat meterai rohani yang selalu menguatkan. Tidak dapat terhapuskan pula, bahkan oleh uskup sekalipun. “Banyak orang yang belum mengenal Kristus, dan Anda dipercaya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa ini,” tutur Monsinyur Tri, mengingatkan.

Baik dalam perjalanan imamat kelak maupun pribadinya, imam dan diakon tidak akan benar-benar bersih dari dosa. Namun, di samping ketidaksempurnaan tersebut, seyogianya setiap langkah yang diambil selalu menuju kebaikan, perdamaian, dan kasih Allah yang dicurahkan.

Selamat atas tahbisan presbiterat bagi Romo Theo, Damas, Indra, serta diakonat bagi Diakon Rio dan Lamro. Mari terus mendoakan langkah dan upaya mereka, agar senantiasa membawa persatuan Gereja dan kemuliaan-Nya.

Penulis: Celine Anastasya | Editor: Aloisius Johnsis

 

 

 

Leave a Reply

Top