Cahaya itu telah pergi,
bukan karena padam,
melainkan karena memilih menyingkir
agar yang lain dapat melihat lebih terang.
Engkau melangkah mundur, Bapa,
bukan sebagai orang yang kalah,
tetapi sebagai gembala
yang tahu kapan harus menyerahkan tongkatnya
dengan hati yang utuh.
Kami terdiam saat mendengar keputusanmu.
Ada haru yang tak mampu diucapkan,
ada perih yang tak ingin ditunjukkan.
Sebab engkau tidak pergi karena lelah mencintai,
justru karena cintamu terlalu jujur,
terlalu rendah hati,
terlalu setia pada kehendak Tuhan
dan suara hati yang paling dalam.
Engkau mengajarkan kami
bahwa jabatan bukanlah segalanya,
bahwa kebesaran sejati
lahir dari keberanian untuk melepaskan.
Dalam pengunduran dirimu,
kami melihat Injil yang hidup.
tentang ketaatan tanpa syarat,
tentang iman yang tidak menggenggam kekuasaan,
tentang kasih yang rela berkurang
agar Tuhan semakin bertambah.
Kini, kami belajar kehilangan
tanpa merasa ditinggalkan.
Sebab jejakmu tetap tinggal
di doa-doa yang kau taburkan,
di keberanian yang kau teladankan,
di iman umat yang kau layani
tanpa pamrih dan tanpa sorotan.
Cahaya itu memang telah pergi dari jabatan,
tetapi tidak pernah pergi dari hati kami.
Bapa Uskup Bogor,
Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM,
terima kasih karena engkau memilih
jalan yang sunyi namun mulia.
Berjalanlah dengan penuh cinta
Doakan kami yang masih bergulat,
agar kelak kami pun berani jujur pada Tuhan,
setia pada kebenaran,
dan rendah hati seperti engkau
yang mengajarkan kami
bahwa mundur pun bisa menjadi
tindakan iman yang paling bercahaya.
Penulis: Joseph Mater
Kami umat yg jauh dari sumber cerita.. hanya terdiam sambil memanjatkan doa dipojokan sunyi. we Love You Monsinyur Murah Senyum. #BagongIreng #amorisLetia