Anda di sini
Beranda > Kategorial > Yesus Engkau Andalanku

Yesus Engkau Andalanku

[KATEDRAL] “Yesus Engkau Andalanku”. Sebuah ungkapan dari Santa Faustina salah satu tokoh kerahiman ilahi. Setiap Minggu setelah Hari Raya Paskah, Gereja Katolik merayakan Pesta Kerahiman Ilahi. Hal tersebut tercantum dalam Buku Harian Santa Faustina (BHSF) 49, “Yesus menghendaki supaya Pesta Kerahiman-Nya dirayakan pada hari Minggu Paskah kedua menjadi perayaan khusus dan supaya pada Pesta itu dihormati dan diberkati secara mulia dan meriah lukisan-Nya sebagai yang Maharahim”.

Menanggapi hal tersebut, Gereja Katedral bersama dengan Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI) juga ikut merayakan Pesta Kerahiman Ilahi, Minggu (3/4). Pesta ini dimulai dengan doa Koronka pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pukul 19.00 WIB yang dipimpin oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dan RD Mikael Endro Susanto. Ratusan umat yang hadir mengikuti perarakan lukisan Kerahiman Ilahi menambah meriah pesta ini. Pemberkatan pintu suci Gereja Katedral yang telah dilakukan pada 8 Desember 2015 yang lalu saat pembukaan Tahun Kerahiman Allah juga kembali dilakukan.

Pesta Kerahiman Ilahi tahun ini menjadi lebih meriah karena Sejak dikeluarkan Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman) oleh Bapa Paus Fransiskus yang dimulai pada 8 Desember 2015-20 November 2016 menjadi Tahun Yubileum Agung Kerahiman Allah.   Umat Katolik pada tahun khusus ini mendapatkan Rahmat Pengampunan luar biasa dan belas kasih dari Allah, gereja membuka tangan selebar-lebarnya dan memberi pengampunan bagi para pendosa berat.

Monsinyur Paskalis dalam homilinya mengajak seluruh umatnya untuk dapat memiliki sikap maharahim seperti Allah yang artinya mau untuk memaafkan kesalahan orang lain. “Kalo anda berpikir sebagai manusia biasa, memaafkan adalah suatu hal yang berat. Tapi kita semua telah dibaptis, artinya sudah dihembusi oleh Roh Kudus, Roh Tuhan sendiri yang akan memampukan kita untuk mengampuni,” tukas Bapa Uskup.

Pesta kerahiman Ilahi ini diakhiri dengan perarakan sakramen mahakudus dan adorasi, seluruh umat diberi kesempatan untuk berdoa dan memohon Kerahiman Allah.

Sebelumnya pada Misa Minyak yang berlangsung di tempat yang sama, selasa (22/3). Monsinyur juga meminta para imam di Keuskupan Bogor untuk menandai Tahun Kerahiman Allah dengan memberi kesempatan pada umat untuk mengaku dosa. Uskup juga menghimbau umat untuk tidak sekadar mengaku dosa namun juga melakukan pertobatan. Di Gereja Katedral sendiri, para imam melayani pengakuan dosa umat setiap hari sabtu.

(John)

Leave a Reply

Top