Anda di sini
Beranda > Pastoral > Tanpa AAP Natal Tidak Afdol!

Tanpa AAP Natal Tidak Afdol!

Tanpa AAP Natal tidak afdol dan tanpa pertobatan Natal jadi kurang ok. Demikian dikatakan Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD Paulus Haruna dalam teaser ajakan kepada seluruh umat untuk mengikuti AAP. Memang dalam banyak kesempatan Romo Haruna berharap agar seluruh umat dapat terlibat aktif ber-AAP untuk bersiap diri merayakan Natal.

Melanjutkan kegiatan sosialisasi Aksi Adven Pembangunan (AAP) tingkat Dekanat yang telah dilaksanakan pada (17/09) lalu. Seksi PSE BMV Katedral Bogor kembali melakukan sosialisasi AAP pada Minggu (13/11). Acara ini berlangsung di Aula Paroki lantai 2 dengan jumlah peserta 138 orang yang terdiri dari perwakilan wilayah-wilayah, sekolah, dan kelompok personal.

Dalam sambutan Ketua PSE BMV Katedral Bogor Priscia Naulibasa menyampaikan tema AAP yang diusung tahun ini sangat penting bagi  umat. “Harapannya agar setiap umat katolik benar-benar menghayati perayaan ekaristi, terutama dalam liturgi sabda serta mewujudkannya dalam kehidupan,” ujarnya.

Kemudian, Romo Haruna menyampaikan umat katolik tidak bisa merayakan Natal tanpa AAP. “memasuki masa adven kita harus mempersiapkan iman dan rohani kita dengan pendalaman iman. Kita sebagai umat katolik tidak bisa merayakan Natal tanpa AAP,” jelasnya.

Pemaparan kerangka dasar disampaikan oleh Sulis Bayu Setiawan bertujuan supaya umat bisa terbantu untuk menghayati ekaristi sehingga bisa memakani liturgi sabda dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Seluruh aspek kehidupan kita merupakan ajang perjumpaan dengan Allah. Allah tidak hanya ditemui dalam liturgi saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,”  paparnya.

Pemaparan materi pertama oleh Stefanus Iskandar menjelaskan  perayaan ekaristi sangat penting dimasa pandemic Covid-19 ini. Umat diajak untuk lebih menyadari perayaan ekaristi adalah puncak dan sumber hidup katolik dalam masa pandemi covid-19. “Kita semua sadar dan mengetahui pentingnya perayaan ekaristi, tetapi kita dibuat lebih menyadari betapa pentingnya perayaan ekaristi itu dalam masa pandemi covid-19,” jelasnya.

Hadir Ketua Seksi Liturgi Paulus Prapantja menyampaikan materi liturgi sabda dalam ekaristi. “Liturgi sabda sangat penting dalam ekaristi karena, saat itu Yesus sendiri yang berbicara kepada kita melalui imam atau lektor, dan mempersiapkan hati dan batin kita untuk menerima tubuh Kristus,” tuturnya.

 Terakhir, Hubertus Wiyogo menyampaikan materi menghidupkan liturgi sabda dalam keseharian. “Sangatlah penting bagi kita untuk melekatkan diri kita kepada Tuhan melalui firmannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Koordinator Bidang Pelayanan Sosial itu.

Usai pemaparan materi acara dilanjutkan diskusi kelompok dan tanya jawab kepada pemateri yang disambut antusias oleh peserta. Acara diakhiri pengumuman AAP dan doa penutup.

Penulis: Vinsensius Jumur | Editor: Agnes Marilyn

Leave a Reply

Top