Anda di sini
Beranda > Kategorial > Pengurus WKRI Dilantik

Pengurus WKRI Dilantik

Semangat baru tidak harus melalui wajah baru. Meski pengurus WKRI Cabang Katedral Bogor yang dilantik kebanyakan wajah-wajah lama, mereka bakal memiliki semangat baru.

Demikian terjadi pada pengurus baru Wanita Katolik RI Cabang Katedral ini. Sabtu, 28 Maret 2015 di Aula Paroki Katedral. Ibu Katarina Catri dan Ibu Linda Panjaitan selaku ketua dan wakil ketua terpilih melantik rekan kerjanya yang terbagi menjadi 5 bidang kerja dan dua bidang pengurus inti masa bakti 2015-2018.

Lima bidang tersebut adalah bidang organisasi, kesejahteraan, pendidikan, humas dan usaha. Sedangkan pengurus intinya yaitu sekretaris dan bendahara. Penetapan pemangku tugas dan tanggungjawab tersebut ditujukan agar tubuh organisasi WKRI memiliki kelengkapan dalam mengemban tugas pelayanan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang  bertugas bukan hanya di dalam lingkungan gereja tetapi juga merambah ke tengah-tengah masyarakat luas.

Acara resmi organisasi diawali dengan Perayaan  Ekaristi, pelantikan dan pengucapan janji pengurus dan pembekalan pengurus dari sisi rohani serta pembekalan dari sudut pandang organisasi. Acara hari itu dihadiri oleh seluruh pengurus baru dan para pengurus ranting yang disaksikan oleh  DPD WKRI Keuskupan Bogor.

RD Dominicus Savio Tukiyo selaku romo penasehat rohani WKRI Cabang Katedral menyampaikan, anggota WKRI tidak perlu memendam rasa dendam dan kebencian karena hal itu akan menghalangi pelayanan dan hilangnya sukacita. Pada sesi pembekalan, moto KOBis (Kober, Oleh dan Bisa) menjadi alasan seseorang  dapat dipilih sebagai pengurus.

Wanita Katolik RI harus berguna dan berdaya, sehingga keberadaan WKRI benar-benar dapat menghidupi gereja melalui dayaguna dalam setiap kegiatan yang dilakukan.  Yang dibutuhkan adalah komitmen untuk tetap melaksanakan tugas. Isi komitmen tersebut antara lain, memiliki tekad yang kuat dan bersedia untuk bertahan menjadi pengurus dan bekerja bersama tim. Yang kedua adalah komitmen untuk terlibat dan menyelesaikan segala tugas dengan tuntas, artinya melibatkan diri sedalam mungkin, agar semua dapat dikerjakan dengan mutu yang baik. Ketiga adalah komitmen untuk tetap fokus pada aturan, ADART,  hasil konggres, konferda dan kebijakan-kebijakan resmi organisasi. Komitmen lain adalah harus total. Ciri khas orang Katolik yang berani memberikan segala-galanya untuk Kristus, dan bentuk itulah yang diharapkan oleh  Romo Tukiyo.

Yanne Marciana, Ketua Bidang Organisisai Dewan Pengurus Daerah Wanita Katolik RI Keuskupan Bogor memberikan bekal tentang fungsi, tugas  dan tanggung jawab pengurus. Tugas pokok Dewan Pengurus Cabang adalah memberdayakan ranting-ranting, karena rantinglah yang menjadi ujung tombak organisasi. Sedangkan tugas umum sebagai DPC adalah bekerja sesuai dengan kebutuhan anggota, paroki, masyarakat dan keputusan-keputusan yang ditentukan oleh DPP, DPD dan hasil Konferda. Dijabarkan pula tugas-tugas per bidang secara jelas dan terperinci. Agar setiap pemegang bidang mengetahui dan melaksanakan tugas tersebut sesuai aturan yang berlaku. Dari uraian pembekalan tersebut satu kunci adalah semua dilakukan demi mengemban tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan oleh Allah kepada umat-Nya sesuai dengan keinginan Tuhan sendiri.

Inilah nama-nama pengurus DPC WKRI Katedral: Katarina Catri Erliana, Fransisca Linda E Panjaitan, DM Mardie Simauw, MB Listianti Susatio, Marcelina Widiastuti, Marcelina Yovita Tity Irawati, Maria Immaculata Kusrini, Angela Samsurapriyani, Katharina Sudarmilah, MT Lantang Luntungan, TM Sri Sunarti, Chatarina F. Ignaningsih, Margaretha Sumaryanti, Yanti Christ, Gemma Melania Sri Hermin, Anna Helen Maria Matuli, Monica Triasih Rudiatun, A.Indrayanti Chandra, Agnes Mawarti, Monica Agustin Polana, E.Sri Widayani, Bernadeth Merijati, Anastasia Djohana.

(YC)

Leave a Reply

Top