Anda di sini
Beranda > Artikel > Melestarikan Flora ala Millennials

Melestarikan Flora ala Millennials

Baru saja kita memperingati  hari menanam satu juta pohon di seluruh dunia 10 Januari lalu. Tidak banyak acara atau selebrasi yang diadakan mengenai ini, terutama di tengah pandemi, akan tetapi kita semua harus tahu pentingnya peran pohon di bumi ini. Lebih dari itu, kita pun harus melakukan sesuatu untuk kelestarian pohon dengan gaya dan kemampuan kita masing-masing.

Manfaat pohon seperti salah satu sumber oksigen, mengurangi pencemaran udara,habitat dari banyak spesies hewan, dan lainnya. Selain itu, tak disadari, pohon dan tanaman juga memberikan kita kesejukan, pemandangan yang memanjakan mata, dan juga kesegarannya berdampak positif pada mood/pikiran kita.

Dikarenakan PSBB yang diperketat oleh pemerintah baru-baru ini, kita tidak bisa melakukan gerakan umum yang berupa beramai-ramai menanam pohon di daerah kita masing-masing. Namun, kita sebagai millennials dituntut untuk kreatif dalam berkarya, dalam hal ini, untuk memperingati hari satu juta pohon sedunia.

  • Menanam bunga/tanaman hias di Rumah
    Buat kamu yang sedang di rumah, hal ini sangat mudah dilakukan karena pasti akan mendapat dukungan penuh dari orangtua. Ditambah dengan adanya tanaman, dapat menambah variasi kegiatan di rumah. Seperti yang tertulis di atas, pohon membuat rumah sejuk dan menenangkan pikiran. Rumah yang penuh dengan tanaman dan bunga yang berwarna-warni tentunya juga akan meningkatkan keindahan rumah. Jika tertata dengan baik, dapat digunakan sebagai spot foto yang menarik. Ketika dibagikan di media sosial, sangat memungkinkan untuk orang lain terinspirasi untuk ikut menanam tanaman di pekarangan rumahnya.

  • Menanam sayur-sayuran
    Dengan masifnya gerakan tanaman hidroponik dan aeroponik belakangan ini, kita tentunya dapat melakukan ini di rumah. Bahkan tanaman hidroponik ini juga sangat memungkinkan untuk dilakukan di apartemen yang tidak ada lahan tanah sama sekali. Berbagai perlengkapannya sangat mudah ditemukan di berbagai toko pertanian. Penanaman secara konvensional pun bisa dilakukan. Sayur yang ditanam dapat dipanen setiap periodenya dan kesehatannya lebih terjamin karena kita sendiri yang melakukan seluruh prosesnya. Selain itu, menanam sayur juga menghemat pengeluaran.

  • Mengikuti akun-akun pergerakan lingkungan hijau
    Dalam skala besar, kita telah mengetahui bahwa luas hutan berkurang setiap tahunnya. Cendikiawan tertentu yang paham mengenai lingkungan tentunya tidak tinggal diam akan hal ini. Mereka umumnya membentuk gerakan atau komunitas cinta lingkungan. Komunitas yang dibentuk ini pastinya memiliki media sosial. Dari media sosial yang mereka tawarkan, kita dapat mengikutinya dan mendapatkan berbagai informasi mengenai keadaan lingkungan, berbagai event, dan juga volunteer. Contoh akun media sosial yang dapat diikuti adalah Greenpeace Indonesia (@greenpeaceid) dan Forest Watch Indonesia (@fwi.or.id).

  • Ikut andil dalam kegiatan pergerakan lingkungan
    Bumi akan lebih berterima kasih lagi jikalau kita tidak hanya update dan membagikan informasi tentang kondisi lingkungan di media sosial, tetapi kita turut andil mengambil peran dalam kegiatan-kegiatannya. Dengan berpartisipasi, kita pun dapat mengembangkan potensi diri kita, menambah relasi, dan juga membuat teman-teman kita ikut tergerak ketika membagikannya di media sosial.

Keempat ide di atas hanyalah beberapa dari ide-ide kreatif yang kita sebagai anak muda bisa munculkan. Masih begitu banyak hal yang bis akita lakukan, apalagi ketika kita mengajak teman-teman kita yang lain, efeknya pasti akan lebih terasa. Tidak hanya kita yang merasakan, tetapi bumi pun pasti merasakannya.

(Alexander Josep Ones/AJ)

Leave a Reply

Top