Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Kelahiran Yesus dan Cara Hidup Baru

Kelahiran Yesus dan Cara Hidup Baru

[KATEDRAL] Lonceng yang berbunyi sebelum misa dimulai bergema keseluruh penjuru Gereja Katedral, Kamis (24/12) malam. Bunyinya terdengar lantang dan sangat jelas memenuhi ruang-ruang kosong yang ada. Sekitar 200 umat hadir mempersiapkan diri untuk mengikuti perayaan Vigili Natal yang diadakan petang itu. Panitia berderet menggunakan alat perlindungan diri berupa masker berjejer membantu mengatur jalannya perayaan malam Natal.

Perayaan ekaristi digelar sebanyak 3 kali, pukul 17.30 di Gereja Katedral, pukul 17.30 di aula pusat pastoral Keuskupan Bogor, dan pukul 20.00 WIB di Gereja Katedral.

Misa Pertama di Gereja Katedral dipimpin oleh Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur dengan konselebran RD Marselinus Wisnu Wardana dan RD AHY Sudarto. Dalam kotbahnya Mgr Paskalis sapaan akrabnya,  menyampaikan bahwa Natal merupakan hadiah pemberian dari Tuhan untuk umat manusia. “Bayi kecil yang hadir di tengah-tengah kita merupakan hadiah pemberian yang menandakan cara hidup baru. Kehidupan yang dimaksud ialah kehidupan layak terutama di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Uskup Paskalis juga menegaskan, manusia baru haruslah bermartabat dan dapat menahan untuk tidak tamak terhadap keinginan duniawi “Satu cara hidup baru ialah dengan terampil menjadi manusia beradab dan bermartabat. Bukan malah menimbun, melahap harta, tetapi berbagi demi kehidupan bersama,” ujarnya.

Suasana natal memang tak semeriah biasanya, bayi Yesus lahir di tengah kesederhanaan dengan segala protokol kesehatan yang ada. Perayaan misa pertama ditutup dengan nyanyian Gita Surga Bergema oleh BMV Youth Choir.

(Agnes Marilyn/AJ)

Leave a Reply

Top