Anda di sini
Beranda > Seputar Paroki > WKRI St. Ignatius Loyola Semplak lahir

WKRI St. Ignatius Loyola Semplak lahir

[SEMPLAK] Setelah 3 tahun Paroki St. Ignatius Loyola Semplak menjadi paroki yang mandiri, WKRI ranting Semplak yang sebelumnya menjadi anggota dari Cabang BMV Katedral Bogor menguatkan diri untuk membentuk cabang sendiri. Bertempat di Hotel Laras Hati Semplak, sekitar 100 orang termasuk tamu undangan berkumpul untuk melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) I, Minggu (23/9).

Penasehat Rohani WKRI Cabang BMV Katedral RD Dominikus Savio Tukiyo mengajak para peserta yang akan mendirikan cabang sendiri di Paroki Semplak untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. “Hendaknya pemimpin itu seperti hamba yang mau melayani dengan sukacita dan tanggung jawab,” katanya.

Konfercab I ini mengangkat tema “Merajut Kebersamaan Wanita Katolik Republik Indonesia di Dalam Paroki St. Ignatius Loyola Semplak, Didasari Ajaran Cinta Kasih dan Keberagaman”.

Akhirnya Terbentuk

Pastor Paroki St. Ignatius Loyola Semplak Romo Anton memberikan berkat untuk ketua dan wakil ketua terpilih. Foto: Yanti Christ

‘Akhirnya’, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan pembentukan cabang WKRI di Paroki Semplak. Langkah demi langkah dilalui, DPC BMV Katedral yang selama ini menaungi Ranting Semplak pun terus memotivasi agar dapat berdiri sebagai cabang mandiri. Keinginan tersebut disambut baik oleh Pastor Paroki Semplak RD. Antonius Dwi Haryanto.

Menurut Romo Anton sapaan akrab RD. Antonius Dwi Haryanto, WKRI harus ada dan berkarya untuk parokinya. “Harapannya sederhana, saya hanya ingin guyub. Communio dapat terbagun erat di antara kita dan selalu berjalan bersama Tuhan,” tuturnya.

Sidang ke Sidang

Rangkaian acara Konfercab I agak bebeda dengan Konfercab lainnya. Konfercab I terdiri dari sidang-sidang pleno yang salah satu sidangnya untuk memilih pimpinan WKRI Cabang. Sementara dalam konfercab lain terdapat persidangan yang khusus membahas tentang rancangan program kerja dan tim pemilihan.

Semplak saat ini memiliki 3 ranting, setiap ranting diwakili oleh 10 utusan sebagai syarat untuk memenuhi  kuota forum persidangan. 30 suara dari 3 ranting itulah yang akan menjadi penentu masa depan WKRI Semplak. Pada Sidang Pleno III, pemilihan pimpinan dilakukan secara demokratis dengan cara mencontreng  2 nama dalam surat suara dari 6 kandidat yang bersedia.

Setelah penghitungan terakhir, terpilihlah 2 nama dengan suara terbanyak. Kristina Susilowati 25 suara dan Christina Noviyanti 10 suara. Secara otomatis suara terbanyak menjadi ketua dan suara kedua menjadi wakil ketua yang akan melaksanakan tugas sebagai Pemimpin WKRI Cabang St. Ignatius Loyola Semplak masa bakti 2018-2021.

Konfercab hari itu diakhiri dengan pengucapan janji terhadap tugas dan jabatan, penandatanganan berita acara, dan berkat bagi pimpinan terpilih oleh Romo Anton.

Proficiat WKRI Semplak!

(Yanti Christ/John)

Leave a Reply

Top