Anda di sini
Beranda > Pastoral > Wakil Wali Kota Terpilih Itu Bernostalgia Tentang Sekolahnya

Wakil Wali Kota Terpilih Itu Bernostalgia Tentang Sekolahnya

Kehadiran Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor terpilih memang sudah dinanti-nantikan oleh panitia hari ulang tahun (HUT) ke-70 Sekolah Regina Pacis. Betapa tidak? Sosok pria mantan pejabat teras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu saat ini tengah naik daun. Dedie, pria asal Bogor itu baru saja memenangi pemilihan kepala daerah Kota Bogor. Berpasangan dengan wali kota petahana Bima Arya, Dedie berhasil menduduki jabatan F2, istilah yang digunakan untuk merujuk pada orang nomor dua di Kota Bogor.

Namun hari itu Dedie tidaklah begitu istimewa andaikan saja ia bukan alumni SMA Regina Pacis Bogor. Karena pernah punya cerita tentang Regina Pacis, tak ayal puluhan panitia menanti-nantikan kedatangannya. Dedie mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap sekolah yang pernah mendidiknya 30 tahun silam itu. “Bersekolah di Regina Pacis memiliki kesan tersendiri bagi saya. Regina Pacis membuat saya menjadi orang yang percaya diri. Mengapa? Karena pelajarannya banyak, tugas banyak, kegiatan juga banyak. Saking banyaknya, empat tahun saya baru selesai SMA. Kalau SD lulus dalam waktu empat tahun itu bagus. Tapi ini SMA, tahu kan maksudnya?” kelakar Dedie yang disambut tawa riuh puluhan panitia dan undangan.

Bak komika, beberapa kali Dedie menggelontorkan joke-joke segar. Beberapa kali pula ia “mengerjai” wakil ketua panitia yang juga sahabatnya sendiri, Iwan Ahnan. “Bukan cuma saya yang tinggal kelas. Iwan juga tinggal kelas, sampai-sampai ia sekelas dengan Winda adik kelasnya yang kini jadi istrinya. Kalau tadi Iwan bilang dia cinta Regina Pacis karena dari TK sampai SMA dia bersekolah di Regina Pacis, mungkin kalau ada PT. Regina Pacis ia mau melamar jadi karyawannya,” seloroh Dedie.

Wakil Wali Kota Bogor terpilih Dedie Rachim. Foto: Aloisius Johnsis

Ya, Rabu malam (8/8) di halaman sekolah Regina Pacis itu sontak menjadi arena nostalgia bagi Dedie dan para alumni. Dedie seolah hadir bukan sebagai  pejabat. Seperti alumni lainnya, dia memposisikan dirinya serupa. Hingga pada suatu kesempatan saat giliran tampil di podium, Iwan tak mau kalah. “Dedie dulu temen nongkrong saya. Kami sering main bareng, nongkrong bareng sampai ke Ancol. Kami juga sering main musik dan seni pertunjukan. Dedie sering kami dandani jadi bidadari,” celoteh Iwan ditingkahi gelak tawa hadirin.

Meski berasal dari keluarga Muslim, Dedie mengakui kualitas sekolah Katolik seperti Regina Pacis. “Di sekolah ini kami diajarkan juga bagaimana pendidikan karakter agar kami memilki integritas. Saya bangga bersekolah di Regina Pacis. Tak sedikit alumni yang mampu berkontribusi baik di tingkat lokal maupun nasional. Para alumni itu diantaranya Jenderal Polisi (Purn), Rusdiharjo mantan Kapolri, Marzuki Darusman mantan Jaksa Agung, Budi Setiawan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Erik Suganda Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay Ketua Perhimpunan Hotel Restoran (PHRI) Kota Bogor, dan masih banyak lagi,” paparnya.

Di tahun 2018, Sekolah Regina Pacis Bogor memasuki usia 70 tahun. Untuk itu, Sekolah Regina Pacis Bogor mempersembahkan Pagelaran Seni yang bertemakan ‘Pembangunan Karakter Melalui Olah Seni Bagi Indonesia Raya’.

Acara ini terdiri dari Pagelaran seni berupa Konser Orkestra dan Paduan Suara, Panggung Gebyar Karya Cipta, Mega Bazaar, serta Temu Kangen Alumni. Pagelaran seni tersebut melibatkan 600 siswa Regina Pacis Bogor dalam konser Orkestra dan Paduan Suara serta sebuah pertunjukan teatrikal yang disutradarai oleh Wawan Sofwan dan dikonduktori oleh Irianto Suwondo menampilkan Putri Ayu, Yana Julio, Katon Bagaskara, Dinda Kanyadewi dan Reza Artamevia. Acara itu dikemas untuk memanjakan sekaligus menyampaikan sebuah cerita pada audiensnya. Acara yang akan digelar pada Sabtu, 8 September 2018 di Sentul International Convention Center (SICC)  itu terbuka untuk masyarakat luas.

(Herjanjam)

Leave a Reply

Top