Anda di sini
Beranda > Artikel > Tanda Salib (Signum Crucis)

Tanda Salib (Signum Crucis)

Cara membuat tanda salib:

  1. Tangan menandai dahi dengan ucapan “Dalam Nama Bapa”  berarti Bapa adalah pribadi pertama dalam Tritunggal Mahakudus.
  2. “dan Putera”sambil meng-arahkan tangan ke dada yang merupa-kan ekpresi bahwa Sang Putera berasal dari Bapa, yang mengirimkan Dia turun ke Bumi melalui rahim seorang perawan.
  3. Tangan bergerak dari bahu sebelah kiri ke sebelah kanan sambil mengucap kata, “dan Roh Kudus” menunjukkan bahwa Roh Kudus sebagai pribadi ketiga dari Trinitas yang berasal dari Bapa dan Putera.

Dia adalah cinta yang menyatukan kedua-Nya dan melalui rahmat-Nya kita mengambil bagian dalam buah-buah salib Kristus. Karenanya, Tanda Salib merupakan sebuah deklarasi singkat akan misteri iman kita. Melalui penderitaan Kristus kita beroleh pengampunan dosa, dengan mana kita terlepas dari sisi kiri kutukan menuju ke sisi kanan berkat Allah.

Kapan kita membuat tanda salib?

  • Pada saat sebelum dan sesudah kita berdoa.
  • Ketika kita melewati setiap bangunan gereja Katolik, untuk menghormati kehadiran Tuhan Yesus di dalam tabernakel.
  • Ketika memasuki gereja (membuat tanda salib dengan air suci)
  • Saat-saat sedang menghadapi ketakutan (misalnya: ketika kita mendengar sirine ambulans, mobil kebakaran) atau pun ketika menerima kabar dukacita orang yang meninggal.
  • Ketika kita melihat Salib Kristus, ataupun di saat-saat lain untuk menghormati Kristus, memohon pertolongan-Nya,
  • Ketika hendak mengusir godaan, ketakutan maupun mengusir pengaruh kuasa jahat.
  • Ketika ayah, sebagai imam dalam keluarga memberkati anak-anaknya, ia dapat menandai anak-anaknya dengan tanda salib di dahi mereka, misalnya sebelum anak-anak berangkat ke sekolah atau sebelum mereka tidur pada waktu malam hari.

(Lana P)

Leave a Reply

Top