Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Paus Fransiskus"

Paus Ajak Orang Muda Saling Membantu untuk Mengubah Dunia

Dalam pesan video kepada anak muda di seluruh dunia, Paus Fransiskus meminta mereka untuk memprakarsai perubahan dengan melayani orang lain. Paus mengajak seluruh orang muda untuk membantu mereka yang menderita, baik kaum muda katolik dan maupun yang bukan agar mereka dapat menemukan “kekuatan yang dapat mengubah dunia,” kata paus dalam pesan

Paus: Menjadi Setia Itu Revolusioner

Tidak sekali-sekali Paus mengingatkan umat Katolik untuk setia dalam pernikahan, setia dalam mencintai, setia untuk mendampingi. Sepanjang 2018 ini saja, Bapa Suci berkali-kali menguatkan arti penting cinta dan kasih dalam pernikahan. “Kesetiaan untuk mencintai dalam pernikahan, kesetiaan suami untuk mencintai pasangannya, seperti Yesus yang mencintai Gereja merupakan tindakan revolusioner,” tegas Paus

Paus Fransiskus Doakan Korban Gempa-Tsunami Palu

[VATIKAN] Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mendoakan para korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Paus Fransiskus juga menyebut dirinya merasa dekat dengan warga Sulawesi. Seperti dilansir Vatican News dan Reuters, Senin (1/10), hal itu disampaikan Paus Fransiskus saat menyampaikan khotbah di hadapan ribuan jemaat di Alun-alun Santo

Paus Fransiskus: Keluarga Tempat Pengampunan

Tidak ada keluarga yang sempurna. Kita tidak punya orang tua yang sempurna. Kita tidak menikah dengan orang yang sempurna atau punya anak yang sempurna. Kita saling mengeluh tentang satu dan lainnya. Kita saling membuat kecewa. Pengampunan itu sangat penting bagi kesehatan emosi, ketahanan jiwa, dan spritualitas kita. Tanpa pengampunan keluarga akan

Paus Tegaskan Pendidik dan Umat Dorong Pemurnian Gereja

Paus Fransiskus mendorong umat Kristen, terutama mereka yang berprofesi di bidang pendidikan mau bekerja sama dengan komunitas masyarakat untuk mengembangkan budaya kasih dan perlindungan, terutama bagi anak-anak. Bapa Suci menegaskan pentingnya untuk mengembangkan ruang di mana kekerasan dan pembohongan tidak lagi membudaya, di mana pertanyaan kritis tidak ditutup-tutupi dengan dusta. “Kekerasan

Paus Kecam Legalisasi Aborsi

“Saya telah mendengar trend, atau kini telah menjadi kebiasaan untuk melihat kondisi janin di bulan-bulan pertama kehamilan, apakah janin tersebut sehat atau memiliki kelainan. (Bila memiliki kelainan), pilihan pertamanya adalah membuatnya pergi,” ungkap Paus Fransiskus dengan nada prihatin di hadapan khalayak yang menghadiri peringatan 25 tahun berdirinya Forum Asosiasi Keluarga

Paus Fransiskus Doakan Korban Tragedi Ledakan Bom di Surabaya

[VATIKAN] Pemimpin Gereja Katolik Roma sedunia Paus Fransiskus menyampaikan duka atas tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5). Menjelang doa Regina Caeli atau Ratu Surga di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus mendoakan para korban dan orang-orang yang mereka cintai di hadapan ribuan umat yang berkumpul. "Kepada masyarakat Indonesia

Hidup, Pertunjukan Luar Biasa

Khotbah Spiritual Paus Fransiskus Ini adalah Paus dengan spiritualitas terbesar sejak Rasul Petrus. Berikut ini adalah khotbah Paus Fransiskus dalam misa yang digelar baru-baru ini: Anda dapat memiliki kekurangan, menjadi cemas, dan pernah marah, tetapi jangan lupa bahwa hidup anda adalah ‘perusahaan’ terbesar di dunia. Hanya anda yang dapat menghentikannya dari kebangkrutan.

Paus: Hati-Hati dengan Nabi Palsu

Pesan Pra-Paskah Paus Fransiskus Paus Fransiskus meminta umat Katolik agar selama Masa Prapaskah untuk berhati-hati terhadap “penjinak ular”, “tukang obat,” “penipu” yang menawarkan “solusi mudah dan cepat untuk mengatasi penderitaan”. Pesan Prapaskah tersebut dirilis di Vatikan pada Selasa (6/2). Meskipun demikian, pesan ini bertanggal 1 November 2017 atau Hari Raya Semua Orang

Jurnalisme Bukan Pekerjaan, Melainkan Sebuah Misi

Aksi Paus Melawan Hoax Menyambut Hari Komunikasi Gereja Katolik Dunia, 13 Mei mendatang. Paus Fransiskus mengeluarkan sebuah dokumen berjudul "The Truth Will Set You Free -Fake News and Journalism for Peace". Dalam dokumen tersebut, pemimpin umat Katolik sedunia itu menganalogikan keberadaan kabar palsu (fake news) atau lebih dikenal dengan istilah hoax, bagaikan

Top