Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Gema Pendidikan"

SD Regina Pacis Luluskan 186 Generasi Penerus Bangsa

[REGINA PACIS] Sekolah Dasar (SD) Regina Pacis meluluskan 186 siswa pada tahun ajaran 2017-2018. Pelepasan dilakukan di aula SD Regina Pacis, Jalan Juanda, Kota Bogor, Sabtu (9/6). Acara berlangsung sangat meriah. Selain siswa dan siswi unjuk kebolehan, antara lain dengan bermain band, angklung, dan biola, para guru pun tidak mau kalah.

Murid SMA Budi Mulia Belajar Pasar Modal

[BUDI MULIA] Guna pemerataan pemahaman pasar modal di sekolah-sekolah, SMA Budi Mulia Bogor bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor menggelar seminar pasar modal dan investasinya, Senin (4/6) pagi. Seminar ini menghadirkan narasumber tunggal yakni Dina Indah Pertiwi Staf Galeri Investasi STIE Kesatuan. Sekitar 150 siswa-siswi yang terdiri

Dirjen Bimas Katolik: Indonesia Membutuhkan Guru Agama Katolik

Ketersediaan guru agama Katolik di Indonesia cukup memprihatinkan. Khususnya, di sekolah Negeri, masih banyak anak-anak Katolik yang tidak mendapatkan pelajaran agama dari guru agama Katolik. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Agama Katolik, Eusebius Binsasi mengakui, ketersediaan sarjana pendidikan Agama Katolik saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan guru agama di

Funtastic Explore, Open House dan Pameran Pendidikan SMK Baranangsiang

[BARANANGSIANG] Dalam rangka memperingati pendiri Konggregasi Gembala Baik, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baranangsiang membuka pintu gerbang untuk masyarakat khususnya para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan karya konggregasi melalui bidang pendidikan. Sekitar 600 orang hadir dalam acara yang digelar di kompleks

Pramuka Bogor-4 dan Bogor-8 Gelar Reuni

[GADOG] Salah satu kelompok Pramuka yang usianya sudah lebih dari 50 tahun menggelar reuni. Mereka adalah Pramuka Bogor-4 dan Bogor-8. Bogor-4 adalah gugus depan anggota pramuka yang berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Regina Pacis (RP) maupun bukan, kala itu dipimpin oleh Guru SMP RP Ibu Windu. Sedangkan Bogor-8 adalah

Padukan Seni Modern dan Tradisional

Pentas Seni SMP Regina Pacis Bogor [BOGOR] Pentas seni yang digelar SMP Regina Pacis Bogor memberikan warna tersendiri bagi kaum muda dan remaja terutama untuk melestarikan seni tradisional di era globalisasi dan digital saat ini. Ketua panitia pentas seni SMP Regina Pacis Bogor Patricia Nadine menyatakan, meski perkembangan zaman begitu pesat

Sekolah Harus Mampu Lestarikan Budaya Lokal

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan, sekolah harus tetap melestarikan keanekaragaman budaya lokal di tengah perkembangan zaman saat ini. “Budaya lokal, nasional, dan internasional harus mampu dipahami oleh generasi kosmopolitan saat ini. Sekolah harus menyiapkan siswa-siswinya yang bukan hanya paham mengenai masalah internasional tapi juga memiliki semangat patriotisme, mencintai

SMA Budi Mulia Gelar “SANS EXE”

Pada era modern ini, pentas seni menjadi medium yang baik untuk mengembangkan potensi-potensi siswa yang tidak didapat dalam pelajaran di sekolah. Hal ini juga yang coba ditangkap dan diterjemahkan oleh SMA Budi Mulia Bogor yang baru saja selesai menggelar pentas seni pertamanya di Sport Club Danau Bogor Raya, Kota Bogor,

Sambut Natal, Siswa SMA Regina Pacis Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan

[REGINA PACIS] Siswa Regina Pacis Bogor yang diprakarsai Palang Merah Remaja (PMR) menggelar aksi donor darah, Jumat (8/12) di Hall SMA Regina Pacis Bogor. Koordinator Panitia sekaligus Ketua PMR Regina Pacis Bogor Imelda Laurentsia menjelaskan donor darah yang diikuti sekitar 60 siswa, guru, dan orangtua siswa itu merupakan bagian dari

Pendidikan Karakter Tak Bisa Sekadar Teori

[BOGOR] Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak bakal berhasil bila melalui  pendekatan teori. Penyampaiannya pun harus menyesuaikan dengan psikologi generasi digital serta seluruh pemangku kepentingan sekolah ikut serta membangun budaya baik di sekolah maupun rumah untuk mendukung PPK. Demikian rangkuman pendapat sejumlah pengajar menanggapi Peraturan Presiden No 87/2017  tentang Penguatan Pendidikan

Top